Banyak Jadi Mobil Logistik, Isuzu Masih Kuasai Lebih dari Seperempat Penjualan Kendaraan Niaga
Berita OtomotifJAKARTA – Isuzu mengklaim tetap menguasai lebih dari seperempat pasar mobil niaga di Indonesia pada 2025. Sektor logistik disebut sebagai pendorong utama untuk saat ini.
Isuzu, melalui keterangan resmi yang dikutip Rabu (10/12/2025), menyebut bahwa market share (pangsa pasar) mereka di segmen kendaraan komersial selama Januari-Oktober 2025 sudah menyentuh 28,6 persen.
Artinya, jika mengacu pada data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), Isuzu masih menguasai lebih dari satu per empat pasar kendaraan niaga seperti pada 2024 atau pada semester satu 2025.
Menurut Isuzu lagi, model-model mobil komersial mereka pun mampu meraih market share sebanyak dua digit di segmennya masing-masing pada 10 bulan 2025. Isuzu Elf disebut meraup market share 23,3 persen, sedangkan Isuzu Giga menguasai 17,5 persen transaksi jual-beli di segmennya.
Satu 'jagoan' lagi yakni Isuzu Traga bahkan mendominasi segmennya dengan raihan market share 47,2 persen.
Business Strategy Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Rian Erlangga menyebut mobil-mobil niaga Isuzu mampu memberikan harga jual yang kompetitif berkat TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang tinggi.
Bahkan, Isuzu ia klaim satu-satunya merek mobil di Tanah Air yang sudah mengantongi sertifikat TKDN untuk seluruh produk kendaraannya baik itu Giga, Elf, hingga Traga.
“Secara total, terdapat 34 varian kendaraan Isuzu dan seluruhnya telah mempunyai sertifikat TKDN,” tegas Rian.
Di samping itu, ia menyebut Isuzu bisa memberikan layanan purnajual maksimal sekaligus menjaga ketersediaan stok suku cadang bagi para konsumen mereka.
Ini dilakukan melalui keberadaan 127 outlet, 112 bengkel resmi dengan 486 mekanik, 175 bengkel mitra Isuzu, 161 mekanik Bengkel Isuzu Berjalan (BIB), empat Depo Part (Makassar, Palembang, Medan, Pontianak), serta lebih dari 2.000 partshop.
Alasan Isuzu Menjadi Pilihan Mobil Logistik
Isuzu menyebut pertumbuhan sektor logistik di Indonesia turut mendorong penjualan mobil niaga mereka.
Sekadar informasi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan sektor transportasi dan pergudangan berpotensi menyumbang sekitar Rp1.500 triliun terhadap PDB (Pendapatan Domestik Bruto) hingga penghujung 2025—sekitar 9 persen dari PDB nasional.
Beragam pengusaha di sektor logistik dikatakan memilih Isuzu ketika menambah armada. PT Pos Logistik Indonesia adalah salah satu dari sekian banyak korporasi logistik yang menjatuhkan pilihan pada Isuzu.
Menurut Project and Contract Logistic Vice President PT Pos Logistik Indonesia Rahadian Tanjung, ini karena Isuzu mampu memberikan biaya operasional (operational cost) lebih rendah antara lain berkat konsumsi BBM (bahan bakar minyak) yang irit.
“Tentunya, sebagai perusahaan angkutan, kami mencari kendaraan yang seefisien mungkin, sehingga cost operational lebih rendah. Nah, Isuzu sangat kompetitif di sini, secara overall rata-rata 35 persen lebih irit,” kata dia.
Mobil Isuzu, nilai Rahadian, pun punya durabilitas teruji di berbagai wilayah. Layanan purnajual Isuzu dirasa cepat pula.
“Operasional unit aman, teknisi mereka datang ke kami. Ini penting, karena angkutan komersial tidak boleh berhenti, harus terus bekerja. Ini begitu membantu,” paparnya.
PT Pos Logistik Indonesia, pada 2025, menambah dua kali lipat jumlah armada mereka menjadi lebih dari 500 unit. Termasuk di dalamnya ialah mobil niaga sewaan dari PT Mobilitas Digital Indonesia (Moda)
Moda sendiri turut menjadi konsumen setia mobil niaga Isuzu. Direktur Operasional PT Moda Andy Dwi Zatmoko bahkan menyatakan bahwa 75 persen dari total armada mereka yang berjumlah lebih dari 1.000 unit mengusung merek Isuzu.
Kata Andy, alasannya adalah karena perusahaan penyedia rental kendaraan niaga ini memang perlu menyediakan armada yang sesuai permintaan plus kebutuhan konsumen.
“Selain unitnya efisien, network layanan Isuzu juga luas, unitnya andal, dan pelayanan aftersales-nya bagus. Teknisinya mendatangi ke tempat kerja customer, jadi customer tidak perlu repot datang ke bengkel,” tutup dia. [Xan]