Ada Pabrik Baru, Mercedes-Benz Segera Memulai ‘Serbuan’ Truk dan Bus Rakitan Indonesia
Berita OtomotifJAKARTA – Daimler Truck, produsen truk dan bus Mercedes-Benz, siap meluncurkan beragam truk dan bus rakitan Indonesia mulai 2025.
Hal ini, terang President Director PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) Naeem Hassim, mereka lakukan setelah pada 2024 benar-benar fokus mempersiapkan pabrik baru di Cikarang, Bekasi sehingga tak meluncurkan satu pun produk baru. Pabrik itu sudah resmi beroperasi pada Juni 2025.
“Saat ini kami sudah bisa mulai bergerak mengembangkan aktivitas pabrik, membawa lebih banyak (truk dan bus) ke Indonesia, dan beralih semaksimal mungkin dari CBU (completely built up/impor utuh) ke CKD (completely knocked down/rakitan lokal),” kata Naeem pada Rabu (10/9/2025) dalam ajang Construction and Mining 2025 di Kemayoran, Jakarta.
Sekadar mengingatkan, sebelumnya Daimler Truck melakukan produksi lokal di pabrik Mercedes-Benz Wanaherang, Bogor.
Akan tetapi, karena pabrik itu sudah dibeli oleh joint venture (perusahaan patungan) Inchape dan Indomobil Group, Daimler Truck pun ‘menyiram’ modal Rp500 miliar untuk membangun pabrik mereka sendiri di Cikarang.
Pabrik Daimler Truck Cikarang berdiri di lahan seluas 15 hektare, dengan kapasitas hingga 5.000 sasis truk dan bus setahun. Sejauh ini, terang Naeem, ada tujuh truk dan dua bus Mercedes-Benz yang sudah dirakit lokal.
Lebih lanjut, Naeem dalam hitungan bulan, pasar Indonesia akan kedatangan banyak truk dan bus Mercedes-Benz rakitan Cikarang. Daimler Truk, menurutnya, juga melihat pentingnya memperdalam lokalisasi komponen dan menggandeng sebanyak mungkin perusahaan karoseri yang kompeten.
Naeem menekankan perlunya Daimler Truck ikut membangun perekonomian plus sumber daya manusia lokal.
Dari sisi bisnis pun, para pengusaha serta korporasi yang menjadi konsumen Daimler Truck juga menganggap truk dan bus dengan TKDN (tingkat komponen dalam negeri) yang tinggi cukup penting.
“Rencana kami bakal ada lebih banyak produk rakitan lokal. Kami berbicara realisasi dalam jangka pendek hingga menengah, bukan jangka panjang. Saya sayangnya tidak bisa memberikan angka (rencana truk dan bus rakitan lokal) sekarang. Tapi pastinya ke depan lebih banyak produk lokal dan hanya beberapa produk impor,” papar Naeem. [Xan]