5 Fakta Penting Honda Revo AT, Pelopor Motor Bebek dengan Transmisi Matic di Indonesia
Panduan PembeliMotor dengan transmisi otomatis kini jadi sebuah kebutuhan sekunder sebagai alat transportasi yang praktis dan nyaman. Kiprah skuter matic sukses menggeser peran motor bebek sebagai kendaraan perkotaan yang lincah. Dalam masa peralihan dari motor bebek ke skuter, Honda melalui PT Astra Honda Motor sempat merilis Revo AT di tahun 2010 sebagai motor bebek bertransmisi otomatis.
Revo AT menjadi motor bebek pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi CVT seperti pada skuter matic. Motor ini mengambil basis dari model Absolute Revo alias Revo generasi kedua, yang dikonversi memakai transmisi otomatis menggantikan transmisi manual tanpa tuas kopling yang ada di motor bebek.
Honda Revo AT mempunyai masa penjualan cukup singkat. Selain itu juga penjualannya sangat sedikit, sehingga membuat motor bebek matic ini teramat langka. Di tahun pertama peluncurannya, penjualan Revo AT cuma laku 6.769 unit.
Dari sisi fitur Honda Revo AT nggak ada bedanya dengan motor bebek konvensional. Speedometer juga masih analog dan motor ini masih belum memakai teknologi injeksi. Transfer daya menuju roda belakang masih tetap mengandalkan rantai, sehingga didapatkan ketangguhan ala motor bebek, namun kemudahan mengendarai layaknya skutik.
Itu tadi sekilas profil Honda Revo AT. Kali ini kami akan mengulas lebih jauh sosok motor bebek dengan transmisi otomatis pertama di Indonesia tersebut.
1. Harga Pasaran Bekas Honda Revo AT Gelap
Kiprah Honda Revo AT hanya bisa bertahan selama tiga tahun, dan selesai diproduksi hingga tahun 2013 Sebagai motor yang tidak dilirik masyarakat, otomatis populasinya cukup langka.
Kini agak sulit mencari Honda Revo AT bekas, dan hanya ada satu atau dua iklan saja di berbagai marketplace jual beli kendaraan. Bagaimana harga jualnya?
Harga pasaran bekas motor bebek dengan transmisi otomatis ini ternyata tidak merosot tajam. Karena unitnya langka, membuat harga bekasnya pun gelap, cenderung agak tinggi untuk motor bebek keluaran 2010-2013.
Berdasarkan penelusuran kami, Honda Revo AT keluaran 2010 dalam kondisi pajak hidup dijual dengan harga mulai dari Rp6 juta. Harga termahalnya mencapai Rp10 juta.
2. Konsep Desain Revo AT Jadi Bebek yang Elegan
Skuter matic menyajikan sektor kenyamanan sementara bebek unggul dari aspek ketangguhan dan multifungsinya. Hadirnya Revo AT ini memberikan perpaduan kenyamanan berkendara ala skuter matic dan ketangguhan motor bebek.
Secara tampilan, sosok bebek matic Honda Revo AT ini tak jauh berbeda dengan Honda Absolute Revo. Desain body bagian depan sama persis dengan Revo DX, varian Honda Absolute Revo yang paling tinggi. Terpampang emblem 3D pada bodi dan tanpa menggunakan striping grafis, membuat Revo AT ini terlihat lebih elegan.
Ada beberapa perbedaan lain antara Revo AT dengan Absolute Revo selain dari jenis transmisi. Semisal pada lampu senja dibuat bergaya futuristik. Panel indikatornya terlihat lebih modern dengan tampil gaya dan inovatif dengan indikator yang lengkap dan mudah dipantau.
Spesifikasi Honda Revo AT, Jadi Bebek Matic dengan Teknologi Canggih Pada Masanya
Revo AT jadi bebek matik pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan teknologi terkini dari Honda. Sebut saja mesin CV-Matic baru yang dipadu dengan sistem injeksi PGM-FI generasi ketiga dengan penambahan sensor O2 dan catalytic converter.
Motor ini memiliki kubikasi mesin 110 cc, SOHC 2 katup dengan pendingin ganda, yang menghasilkan tenaga 7,68 PS dan torsi 7,9 Nm. Satu hal unik yang ada di Honda Revo AT adalah masih ada penggerak roda berupa rantai.
Mesin 100 cc 4 langkah ini juga dilengkapi dengan sistem pendinginan ganda untuk menjaga suhu mesin. Sistem pendinginan pertama menggunakan sistem sirkulasi udara dalam ruang CV-Matik, dan sistem pendinginan kedua menggunakan sistem pendingin oli yang dilengkapi dengan oil cooler dengan metode sirkulasi oli.
Lebih lanjut, Honda Revo AT ini juga telah mengadopsi teknologi EFT (Efficient & low-Friction Technology). Teknologi ini sudah teruji kehandalannya di Absolute Revo, yang berfungsi untuk meminimalisasi gesekan yang terjadi pada mesin.
Karena menjadi motor dengan transmisi otomatis, maka Honda Revo AT banyak mengadopsi standar samping otomatis (side stand switch) yang membuat mesin tak akan menyala saat standar dalam posisi turun. Revo AT juga mengadopsi tuas brake lock di sisi kiri bawah tangan kiri pengemudi, walau masih memakai pedal rem di kaki kanan seperti motor bebek pada umumnya.
4. Perawatan yang Lebih Rumit Dari Bebek Dan Skutik
Fakta penting soal perawatan Revo AT ini seperti menggabungkan antara motor bebek dan skutik sekaligus. Artinya, perawatan tidak cuma ganti oli dan setel rantai ala motor bebek.
Pengguna juga perlu mengganti oli matic, membersihkan area transmisi CVT, ganti belt dan roller maksimal 40 ribu kilometer. Tidak seperti pada motor skuter, belt CVT yang digunakan pada Revo AT disebut memakai bahan yang lebih kuat sehingga lebih tahan lama.
Dengan begini, pengguna seolah melakukan perawatan dua motor dalam satu kendaraan. Fakta ini membuat Revo AT jadi enggan dilirik karena lebih merepotkan soal perawatan ketiimbang fungsinya yang jadi motor bebek praktis dan lincah.
5. Konsep Bebek Matic Tidak Ideal
Konsep bebek matik terkesan tanggung, sebab konsumen lebih memilih bebek atau skutik tulen. Melihat poin sebelumnya, konsep bebek dengan transmisi otomatis jelas tidak ideal.
Alasannya, skuter matic unggul soal fungsional dek rata yang bisa membawa barang berukuran besar atau lebih banyak ketimbang motor bebek. Lebih lanjut, motor skutik juga biasanya punya kapasitas bagasi yang besar di balik joknya.
Dua hal ini sulit didapat pada sebuah motor bebek, walau memakai bagasi helm in sekalipun. Di sisi lain, motor bebek mengandalkan konsumsi BBM irit dan gesit, dimana hal ini sudah tersedia pada sebagian skuter matic.
Artinya, keunggulan yang ada di motor bebek bisa dialihkan pada skutik, namun tidak untuk sebaliknya. Fakta ini membuat penjualan bebek matic kemudian tidak diminati oleh masyarakat.
(YS)