3 Fakta Penting Kawasaki Athlete, Motor Ayam Jago Serba Nanggung
Panduan PembeliTren motor ayam jago yang naik daun pada dekade 2010-an memicu hampir setiap pabrikan roda dua asal Jepang untuk menghadirkannya ke konsumen Indonesia. Kawasaki meskipun terkenal dengan motor sport juga tergoda merilis motor ayam jago dalam model Kawasaki Athlete.
Hanya saja, konsep Kawasaki Athlete ini agak berbeda dibandingkan dengan Suzuki Satria F150 dan Honda Sonic 150R. Ini karena Kawasaki Athlete blok mesinnya yang masih berkonfigurasi 'tidur' dengan pendingin udara berbasis Kawasaki Kaze Series.
Sebagai produk 'alternatif' Kawasaki merancang Athlete 125 lebih ramah bagi semua pengendara. Ini karena Kawasaki Athlete 125 memakai kopling semi otomatis sebagaimana motor bebek biasa. Dengan begini, perpindahan gigi gampang dilakukan tanpa kopling manual.
Selama kiprahnya di Indonesia, ada 3 penyegaran Kawasaki Athlete yang dipasarkan. Model pertama lahir pada 2008 yang ditutup dengan model Kawasaki Athlete Pro karena terpaksa disuntik mati sekitar 2017-2018.
Itu tadi sekilas perjalanan Kawasaki Athlete di Indonesia. Kali ini kami akan mengulas lebih jauh sosok ayam jago andalan Kawasaki di Indonesia tersebut.
1. Desain Unik Mirip Belalang
Hal pertama yang akan kami ulas soal Kawasaki Athlete 125 ialah desain batok lampu depannya yang unik. Tidak seperti Satria F atau Sonic yang cukup besar, batok lampu Kawasaki Athlete 125 keluaran pertama di tahun 2008 cukup ramping dan minimalis.
Dengan postur motor yang mungil dan ramping, dipadukan dengan batok lampu yang minimalis membuat penampilan Athlete 125 ini eksentrik mirip belalang sembah.
Desain unik dari generasi pertama itu dinilai cukup sukses karena bertahan hingga 2012. Pada tahun tersebut, Kawasaki merilis facelift ringan dari Athlete 125.
Lampu utamanya dibuat lebih meruncing dan tak lagi membulat sehingga menampilkan bentuk yang lebih sporty. Model facelift ini hanya bertahan sampai 2015, dan disempurnakan pada model Athlete Pro.
Kawasaki Athlete Pro, Desainnya Lebih Maskulin
Pada 2015 pabrikan merilis model Kawasaki Athlete Pro dengan ubahan total yang lebih maskulin. Bentuk batok lampunya mirip Kawasaki Z125 Pro dikombinasikan sepatbor depan bersudut tajam. Lampu sein jug amodel terpisah tak lagi menyatu di batok lampu.
Kemudian bentuk leg shield tampak berotot dengan model multi layer dikombinasikan engine shroud dengan lekuk yang kaku. Desain sampingnya termasuk ke silencer knalpotnya dibuat jadi mirip keluarga Kawasaki Z250.
Agar terkesan sporty dan sangar, desain buritan hingga stoplamp juga diperbaharui termasuk memakai sepasang lampu sein terpisah ala motor sport.
2. Kawasaki Athlete, Motor Ayam Jago yang Fungsional
Kawasaki tetap mempertahankan aspek fungsional khas motor bebek, seperti misalnya posisi tangki di sasis underbone yang memudahkan saat mengisi bensin tanpa harus turun dari motor. Kemudian ada bagasi dengan volume cukup lega di balik jok.
Tangki bensin di Kawasaki Athlete sanggup memuat 5,2 liter bahan bakar dalam sekali pengisian penuh. Lebih lanjut kapasitas bagasi motor yang ada di balik jok hanya sebesar 4,5 liter yang bisa menyimpan jas hujan dan tool kit.
Fitur standar lainnya menggunakan suspensi depan teleskopik dan belakang swing arm dengan monoshock. Pengeremannya sudah pakai cakram pada roda depan dan belakangnya. Untuk profil bannya 70/90 untuk depan dan 80/90 bagian belakang, memakai velg berdiameter 17 inci.
Untuk generasi Athlete Pro terdapat ubahan layout monoshock belakang, dari sebelumnya horizontal menjadi diagonal. Otomatis, shockbreaker belakang juga ikut berubah ukurannya menyesuaikan bentuk baru tersebut.
3. Spesifikasi Mesin yang Nanggung
Bicara soal performa, Kawasaki Athlete 125 dibekali spesifikasi mesin yang serupa motor bebek Kawasaki yaitu Kaze. Motor ini dibekali mesin berkubikasi 124,6 cc, 1-silinder, 4-stroke, SOHC, dan berpendingin udara dengan rasio kompresi 9,5:1.
Menurut data teknis, mesin milik Kawasaki Athlete non Pro menghasilkan tenaga hingga 9,9 PS pada 8.000 rpm dan tosi 8,6 Nm di putaran 6.000 rpm.
Tenaganya didistribusikan melalui transmisi semi manual 4-percepatan rotari khas motor bebek. Sistem pengabutnya masih pakai karburator. Kemudian untuk menyalakan mesin alias sistem starternya pakai engkol maupun elektrik.
Kemudian pada era Athlete 125 Pro, Kawasaki melakukan beberapa inovasi agar membuat motor ini lebih memiliki sensasi ala motor sport. Motor ini sudah memakai tuas kopling manual untuk menghasilkan akselerasi yang lebih responsif saat perpindahan gigi.
Perpindahan giginya pun tak lagi rotari, melainkan ala sport dengan gigi satu ke bawah dan sisanya ke atas.
Kawasaki Athlete Pro masih memakai karburator Keihin PB20 dan ada u ada penambahan peranti catalytic converter dan upgrade CDI untuk efisiensi dan standar emisi Euro 3.
Tenaganya tetap 9,9 PS dengan torsi 8,6 Nm. Sebagai informasi, mesin yang digunakan pada Athlete Pro ini juga digunakan pada motor mungil Kawasaki yaitu Z125.
Spesifikasi mesinnya nanggung, sedangkan pesaingnya Seperti Sonic dan Satria F saat itu sudah menggunakan mesin 150 cc DOHC yang lebih bertenaga. Ini karena Kawasaki tidak memiliki basis model bermesin 150 cc 4-tak di Indonesia.
Kesimpulan
Jika Anda mengincar motor yang unik dan langka, Kawasaki Athlete bisa jadi incaran menarik. Terlebih, motor ini tersedia dalam varian kopling manual pada Athlete Pro atau semi otomatis pada Athlete versi lawas.
Produk ini seperti kombinasi antara motor sport dan bebek sekaligus, dimana Kawasaki Athlete tangki bensinnya yang ada di tengah rangka motor. Sementara itu, spesifikasinya khas bebek kelas menengah bermesin tidur dengan kapasitas 125 cc yang hampir serupa Honda Supra X 125.
(YS)