Yamaha Terancam Start dari Pit di MotoGP Brno 2020

Berita Otomotif

Yamaha Terancam Start dari Pit di MotoGP Brno 2020

JEREZ – tim Yamaha baik pabrikan maupun satelit telah menggunakan jatah lima mesin dari aturan yang diperbolehkan.

MotoGP 2020 telah menjalani dua balapan di sirkuit Jerez, Spanyol. Hasilnya para pembalap Yamaha melakukan pekerjaannya dengan baik. Fabio Quartararo memenangkan dua balapan sekaligus. Maverick Vinales menempati posisi dua dalam dua balapan. Sementara Rossi menempati urutan ketiga pada seri kedua MotoGP Andalucia 2020.

Meskipun telah mendomnasi di awal musim MotoGP 2020, para pembalap Yamaha cukup boros soal penggunaan mesin. Dikarenakan sejak awal sesi tes resmi, keempat penunggang motor berlambang Garpu Tala tersebut mengalami masalah dengan mesin.

Vinales yang dua kali finish sebagai runner up, dilaporkan telah menggunakan mesin kelima. Sementara Rossi, Quartararo dan telah menggunakan mesin keempat. Jika Vinales kembali mengganti mesin di MotoGP Brno 2020, maka dirinya harus memulai balapan dari pit.

Sekedar mengingatkan, MotoGP memangkas jumlah balapan akibat pandemi covid-19. Jadwal MotoGP 2020 juga terpaksa mundur gara-gara virus yang menyebar ke seluruh negara. Walhasil kejadian ini juga berimbas pada aturan yang diterapkan oleh MotoGP.
Trio Yamaha di MotoGP Andalucia 2020

Jika dalam kondisi normal, tim pemenang lomba musim lalu (Honda, Yamaha, Suzuki dan Ducati) akan memiliki jatah 9 mesin dalam satu musim. Namun kali ini pihak penyelenggara hanya mengizinkan 5 mesin saja. Tim manapun yang melanggar (menggunakan lebih dari 5 mesin dalam 1 musim) akan diberikan sanksi.

Sementara KTM dan Aprilia masih mendapatkan jatah sembilan mesin dalam satu musim. Hal ini dikarenakan musim lalu kedua pabrikan belum pernah merasakan manisnya berdiri di podium. Dalam ini baik KTM maupun Aprilia dikategorikan tim dengan konsesi.

Yamaha pada awal musim mengalami masalah pada mesinnya. Jantung mekanis YZR-M1 yang bermasalah tersebut sudah dikirimkan ke Jepang untuk dibedah. Namun hingga saat ini masih dalam penelitian.

“Kami sudah membaca peraturan musim ini secara jelas. Memang ada pilihan untuk start paling belakang lalu menjalani penalti. Namun kami pikir itu tidak perlu dilakukan oleh pembalap kami, karena kami hanya akan menggunakan mesin kelima hingga akhir,” ucap Lin Jarvis, Boss Yamaha. [Dew/Ari]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar