Wisata ke Bandung Bersama Toyota Sienta

Review

Wisata ke Bandung Bersama Toyota Sienta

JAKARTA - Jalan-jalan ke Bandung, Jawa Barat bersama keluarga atau kerabat tanpa mengunjungi lokasi-lokasi menarik rasanya kurang lengkap. Apalagi menggunakan mobil baru Toyota Sienta. Mobil123.com beruntung bisa merasakan kesempatan itu bersama puluhan jurnalis otomotif lain.

Toyota Sienta memiliki karakter mobil keluarga 7-seater. Konsep ini terekam sempurna setelah 3 hari perjalanan bertajuk "Unlock Your Journey". Toyota Indonesia ingin jurnalis membuktikan sendiri keandalan MPV produksi pabrik Toyota di Karawang, Jawa Barat.

Bandung memang menyimpan banyak tempat wisata. Salah satunya NuArt Sculpture Park di jalan Setra Duta Kencana II. Lokasi ini mengajarkan kami bahwa setiap patung memiliki makna, kemudian ditafsirkan pada desain Toyota Sienta sebagai mobil keluarga yang terinspirasi dari sepatu urban trekking.

Artikel bersambung dibawah

Layaknya sepatu, Toyota Sienta menggambarkan karakter aktif, fleksibel, fungsional dan menyuguhkan kenyamanan pada setiap penggunanya, kemudian menambah rasa penasaran saya untuk segera merasakan Toyota Sienta.

Namun, sebelum merasakan sebagai pengemudi, terlebih dahulu menjadi penumpang di kursi baris kedua. Awalnya mau duduk di kursi paling belakang, tapi karena digunakan untuk menyimpan barang bawaan, terpaksa saya urungkan.

Sempat bertanya pada diri sendiri "mana jok model captain seat"? Ah rupanya ini Toyota Sienta, bukan MPV kompetitor. Mungkin saja Toyota Indonesia akan menyediakan jok model terpisah itu di kemudian hari guna menambah kesan lega dan mewah.

Hari pertama perjalanan jurnalis diajak melintasi jalan bebas hambatan tol Cikampek - Purwakarta - Padalarang. Saya bersama 3 jurnalis lainnya mendapat kesempatan mencoba Toyota Sienta G bermesin 2NR-FE 4-silinder 1.497cc, DOHC, Dual VVT-i dikawinkan transmisi manual 6-speed.

Kendati belum menjadi pengendali arah laju kendaraan, tapi saya merasakan performa mesin barunya. Yogi, jurnalis otomotif yang berada di balik kemudi Sienta dengan mudah melahap tanjakan sepanjang jalan tol Padalarang. Suara mesin agak masuk ke kabin penumpang. Saya juga agak terganggu dengan suara ban belakang.

Tipe ini menggunakan AC double blower dan sliding door electric (hanya pintu sebelah kiri). Untuk sisi hiburan terpusat pada  head unit layar-sentuh 7" yang memiliki fitur multi-fungsi dan multi-entertainmet yang ditopang bluetooth, USB, airplay, miracast serta voice command.

Beberapa jam perjalanan tak terasa kami sampai di restoran Atmosphere, Bandung pada pukul 12:00 WIB. Setelah santap siang, perjalanan dilanjutkan menuju lokasi peristirahatan hari pertama yakni hotel Crowne Plaza di jalan Lembong no 19, Bandung.

Menyaksikan seni patung
Hari kedua rombongan Toyota Sienta bertolak menuju NuArt Sculpture Park. Ini adalah salah satu tempat di mana kita dipaksa mencinta seni patung.

Perwakilan dari NuArt mengatakan bahwa pemilik galeri, Nyoman Nuarta selalu menyampaikan isi hatinya lewat sebuah patung. Wajar semua patung di sini seolah menampilkan berbagai makna, tergantung bagaimana Anda melihatnya.

Di balik kemudi Toyota Sienta tipe V
Setelah menghabiskan waktu setengah hari di NuArt, kami bertolak menuju Miss Bee Providore dan dilanjutkan ke Noah'S Barn. Kali ini saya berkesempatan berada di balik kemudi Toyota Sienta V bertransmisi otomatis 7-speed. 3 rekan lain duduk manis sebagai penumpang.

Menyelami bagian kabin penumpang depan Toyota Sienta tipe V tidak butuh waktu lama. Tipe ini menawarkan desain interior agak mewah ketimbang Sienta yang saya tumpangi sebelumnya. Tipe ini memiliki fitur start-stop engine, layar-sentuh 7", warna dashboard hitam dengan aksen silver corak batik plus sliding door electric di dua sisi.

Cuaca cerah Bandung menambah nikmat perjalanan menuju Miss Bee. Pandangan ke arah depan cukup baik untuk pengendara dengan tinggi badan 168cm. Sementara jika tinggi badan Anda kurang dari itu, dapat menyesuaikan posisi duduk dengan mengatur tuas di sebelah kanan kursi.

Toyota Sienta hanya menyajikan tilt-steering, tapi cukup mudah untuk mendapatkan posisi mengemudi sempurna. Saya agak menyayangkan posisi kaca kecil di sebelah pilar A. Keberadaannya seperti tidak memiliki fungsi yang berarti karena untuk memantau sisi depan dan samping sudah cukup melalui kaca depan dan kaca pintu.

Perjalanan ke lokasi selanjutnya diwarnai jalan sempit dan ramai pengguna jalan lain. Kondisi ini saya gunakan untuk menguji kelincahan mobil. Jalan sempit rupanya menjadi tantangan tersendiri. Dan beruntung setir Toyota Sienta sangat ringan, meliuk-liuk di tengah keramaian kian mudah dilakukan.

Perjalanan dihiasi jalan berlubang dan sesekali melindasnya, tapi kondisi kabin penumpang masih cukup nyaman. Penumpang tak terlalu terguncang selama kondisi tersebut.

Kami terus menikmati perjalanan ditemani lantunan musik favorit. Terkesan kian fleksibel ketika bisa memilih lagu, menaikkan dan menurunkan volume suara melalui audio steering switch yang tersimpan apik di sebelah kiri kemudi.

Mobil kami sempat kehilangan arah karena bertepatan dengan waktu solat Jumat. Setelahnya, kami melanjutkan perjalanan mengandalkan GPS satelit menuju Noah'S Barn dengan melewati kunjungan ke Miss Bee. Tanpa melihat petunjuk arah peta tulip, kami pun sudah mendekati Noah'S Barn.

Tidak ingin membuang waktu, akhirnya kami memutuskan untuk menunggu di Noah'S Barn sebelum bertolak kembali ke hotel. Yang menarik dari sisi pengendaraan, dalam pengendaraan dalam kota perjalanan dapat digapai dengan gigi-gigi rendah. Sementara gigi atas hanya digunakan untuk menghaluskan putaran mesin saat melintasi jalan bebas hambatan yang lengang dan memiliki keuntungan dalam efisiensi bahan bakar.


Kesimpulan
Toyota Sienta membuktikan sebagai mobil keluarga yang asik diajak berkelana dengan rute menantang. Pengalaman saya sebagai penumpang dan pengendara Toyota Sienta menyimpulkan bahwa mobil ini cocok untuk pemakaian sehari-hari.. Sebab mobil ini mengusung teknologi mesin yang cocok digunakan untuk setiap kondisi pengendaraan baik dalam maupun luar kota.

Harga mulai Rp 230 – Rp 295 juta dengan ditopang fitur-fitur atraktif rasanya pantas untuk dimiliki oleh keluarga muda yang ingin mencari MPV 7-seater berukuran sedang. Belum lagi fitur keselamatan mumpuni untuk melindungi pengemudi dan penumpang depan di dalam perjalanan. [Ikh/Ari]



M Ikhsan

M Ikhsan

Pria ini sangat menyukai dunia otomotif karena sudah menjadi bagian hidupnya sejak kecil. Seperti para jurnalis otomotif lainnya, saya suka‬ pekerjaan yang mendetail dan suka dengan aktivitas outdoor yang penuh tantangan. Impian saya adalah mengoleksi supercar Italia, meski sekarang hanya bisa mengoleksi die cast. Tapi saya percaya suatu saat nanti, satu supercar akan terparkir di garasi rumah. ‎


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual