Jangan Sepelekan Pertolongan Pertama Pada Mobil Korban Banjir

Berita Otomotif

Jangan Sepelekan Pertolongan Pertama Pada Mobil Korban Banjir

JAKARTA – Asuransi Astra mengingatkan pada pelanggan yang kendaraannya terendam banjir untuk berhati-hati dalam menangani kendaraannya khususnya saat melakukan pertolongan pertama.

Pasalnya, bila salah penanganan pertama, dikhawatirkan akan memperparah kerusakan pada mobil yang terendam banjir. Dengan semakin parahnya kerusakan maka tentunya akan semakin merugikan konsumen.

"Mobil yang terendam air setinggi ban hingga sampai jok, dianjurkan untuk tidak menghidupkan starter mobil. Ini karena kemungkinan ada beberapa komponen elektrikal yang terendam air sehingga berpotensi memperparah kerusakan pada mesin mobil. Untuk pemilik mobil hal pertama yang harus dilakukan adalah untuk melepas kabel aki. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya korsleting.” ujar L. Iwan Pranoto, SVP Communication, Event & Service Management Asuransi Astra.

Berikut cara penanganan pertama yang harus dilakukan saat mobil Anda sudah terendam banjir:

  1. Segera Lepaskan Kabel Aki Saat Mobil Terendam Banjir
    Pemilik mobil dianjurkan segera melepas kabel aki setelah air yang merendam mobil surut. Langkah pertama ini sangat penting karena untuk menghindari risiko korsleting yang berpotensi akan merusak komponen-komponen elektronik lainnya di dalam mobil.
  2. Evakuasi Mobil Tanpa Menyalakan Mesin
    Hindari menyalakan mesin mobil, cukup didorong ke tempat yang aman/kering. Jika ingin lebih aman, juga dapat menggunakan opsi lain seperti jasa towing/car carrier dari unit Garda Siaga dengan menghubungi Garda Akses di 1500112.
  3. Kuras tangki BBM
    Apabila tangki BBM tercampur dengan air akan berbahaya, karena di dalam tangki BBM yang tercampur dengan air, dapat menyebabkan korosi dan karat. Air dan bensin tidak dapat larut satu sama lain, dengan karakter masa air yang lebih besar maka akan mengendap di dasar tangki. Lebih baik segera kuras tangki bensin apabila mobil terendam banjir hingga setengah badan mobil.
  4. Masukkan ke bengkel untuk cek semua oli
    Sesampainya di bengkel, mintalah periksa kondisi minyak atau oli pada bagian transmisi mesin dan lainnya. Selain oli mesin, semua minyak yang dipakai dalam mesin mobil kemungkinan besar sudah tercampur dengan air saat terendam banjir, dan oli yang tercampur dengan air ini dapat merusak mesin serta komponen lainnya.

Meski sudah melakukan perluasan jaminan banjir, pemilik kendaraan tetap dilarang nekat atau secara sengaja menerjang banjir saat kondisi jalan tidak lagi memungkinkan untuk dilalui. Ini karena klaim asuransi mobil Anda dapat gugur karena faktor kesengajaan untuk menerobos banjir. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar