Waduh, Penjualan Mobil April 2022 Turun Meski Ada Lebaran & Mudik!

Berita Otomotif

Waduh, Penjualan Mobil April 2022 Turun Meski Ada Lebaran & Mudik!

JAKARTA - Penjualan mobil April 2022 lebih kecil dibandingkan sebulan sebelumnya. Padahal, itu momen menjelang Lebaran Idul Fitri pada awal Mei dan mudik diperbolehkan lagi berkat makin terkendalinya pandemi Covid-19.

Marketing and Customer Relations Division Head PT. Astra International - Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso tadinya memperkirakan performa pasar mobil akan naik 10-15 persen pada April kemarin jika dibandingkan Maret karena dua alasan tersebut.

Soalnya, di masa-masa normal menjelang Lebaran dahulu, penjualan roda empat kerap naik di kisaran tersebut.

Namun, transaksi jual-beli ternyata malah turun.

“Penjualan retail turun 9 persen, dari 90 ribu-an unit. Ternyata pasar otomotif Indonesia (April) hanya 82 ribu-an unit,” ucap dia dalam Media Gathering pada Kamis (19/5/2022) kemarin di Sunter, Jakarta.

Daihatsu Rocky Neo Retro

Penjualan wholesales pun demikian. Malah, kata Hendrayadi, turunnya 16 persen dari 99 ribu unit pada Maret menjadi 83 ribu unit sepanjang April.

Ada beberapa hal yang ia nilai sebagai ‘biang keladi’ dari capaian negatif tersebut. Di antaranya adalah terpengaruhnya daya beli terhadap kendaraan karena beragam faktor.

Tapi, Hendrayadi tidak secara gamblang menyebut kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) maupun bahan-bahan pokok seperti minyak goreng sebagai salah satu faktornya.

“Kelihatannya, mudik sekarang ini, meski sudah dua tahun tak mudik dan mungkin sudah menabung dan sebagainya tetapi kebutuhan untuk Lebaran sangat tinggi sekali sehingga kami mengatakan kebutuhan akan kendaraan mungkin ditunda dulu. Mereka memprioritaskan kebutuhan mudik,” ujar dia menanggapi pertanyaan dari Mobil123.com.

Pelemahan daya beli masih ditambah lagi dengan berakhirnya periode insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil-mobil non-low cost green car (LCGC) pada 2022 sejak Maret kemarin.

Daihatsu Sigra 2022

Ini dibuktikan dengan turunnya penjualan mobil-mobil non-LCGC Daihatsu secara total bulan lalu. Sementara, performa dua mobil LCGC mereka yaitu Daihatsu Ayla dan Daihatsu Sigra yang masih mendapatkan keringanan PPnBM masih positif.

“Ternyata, berakhirnya relaksasi PPnBM tersebut memberikan dampak sangat signifikan,” pungkas Hendrayadi.

Penyebab terakhir, menurut dia, adalah hari kerja April yang tak sebanyak Maret. Satu hari kerja saja, tambahnya, bisa cukup berdampak pada penjualan mobil.

“Di pabrik, hari libur lebih panjang lagi. Kalau kita masuk Senin, di sana baru Rabu karena mereka matikan mesin-mesin untuk perawatan sehingga hari kerja lebih pendek lagi daripada orang-orang di bagian penjualan retail,” tutup Hendrayadi.

Untungnya, penjualan mobil di Indonesia pada Januari-April 2022 masih tumbuh 24,2 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi 320 ribu-an unit. [Xan/Ses]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar