Visi dan Misi General Motor Hingga Tahun 2020

Berita Otomotif

Visi dan Misi General Motor Hingga Tahun 2020

SHANGHAI - Mary Barra, General Motors Chairman and CEO membuka press conference di Shanghai untuk menyampaikan rencana GM dalam membahas masa depan dari mobilitas pribadi.

Mereka melihat bahwa tantangan ke depan adalah untuk mengatasi kecelakaan, polusi dan kemacetan yang terjadi seiring dengan tingginya urbanisasi. Ia mengatakan bahwa dengan bekerja sama, mereka dapat mengatasi tantangan tersebut, berkendara lebih aman, lebih baik dan lebih berkelanjutan untuk seluruh konsumen.

Visi GM adalah menciptakan dunia yang bebas dari kecelakaan, bebas dari emisi dan bebas dari kemacetan. Kami sedang mengerjakan teknologi yang akan menciptakan masa depan ini, memadukan wawasan global dengan minat dari pasar lokal, sesuai dengan perubahan industri otomotif dari pabrikan konvensional menjadi sebuah pelayanan transportasi,” ungkapnya.

GM percaya bahwa masa depan dari mobilitas personal akan dikendalikan sebagai kendaraan listrik, kendaraan otonim, konetivitas dan layanan mobilitas . Cina akan memainkan peran kunci dalam strategi perusahaan ke depannya.

Kendaraan listrik akan mengurangi penggunaan bahan bakar bensin dan emisi. Untuk itu, peran kendaraan listrik akan menjadi salah satu faktor kunci dalam strategi GM ke depan.

“Mobil listrik bukanlah hal baru. Insinyur secara bertahap telah melakukan pengembangan dan memiliki pengalaman yang cukup,” ungkapnya.

Salah satu contohnya adalah Chevrolet yang sudah dikenalkan di Amerika Serikat tahun lalu. Mobil ini sudah bisa menempuh jarak hingga 383 km untuk satu kali pengisian bahan bakar. Botl EV akan menjadi platform dari mobil listrik masa depan dan mobil otonom untuk seluruh dunia.

Sama seperti Amerika Serikat, Cina akan menjadi pasar kunci bagi GM sebagai pasar kendaraan listrik. Antara 2016 dan 2020, GM akan meluncurkan sedikitnya 10 mobil baru dengan enegeri terbarukan di Cina. Jumlah tersebut termasuk Cadillac CT6 Plug-In, Buick Velite 5 extended-range electric vehicle dan Baojun E100 electric vehicle. Mobil-mobil tersebut sudah dikenalkan dalam 12 bulan terakhir.

Sementara untuk mobil otonom, GM yakin bahwa ini akan menjadi solusi untuk mengatasi banyaknya kecelakaan di jalan. Untuk ini, GM telah menciptakan teknologi bernama Super Cruise dan yakin bahwa teknologi ini akan menjadi fitur yang diminati konsumen.

Barra pun menyebut bahwa konsumen memang menginginkan kendaraan terkoneksi. Mobil ini diyakini akan meningkatkan potensi kendaraan khususnya di Shanghai. GM pun mengatakan bahwa mereka sudah menjadi pemimpin dalam mobil terkoneksi lebih dari 20 tahun berkat fitur OnStar. GM berharap ini bisa digunakan pada model-model Cadillac, Buick dan Chervrolet di Cina pada tahun 2020. [Adi/Ari]

 



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support