Setelah kehadiran BYD Dolphin, Wuling Binguo, dan GWM Ora 3, kini giliran produsen mobil GAC yang meluncurkan jagoan terbarunya di segmen mobil listrik compact EV, yaitu GAC ION UT.
Mobil ini menawarkan paket yang disebut sangat lengkap, mulai dari desain yang menarik hingga fitur-fitur yang cukup canggih, menjadikannya salah satu solusi potensial bagi konsumen yang mencari compact EV dengan kapabilitas jangkauan yang mumpuni.
Meskipun harganya belum resmi diumumkan saat ini, diperkirakan rentang harga GAC ION UT berada di sekitar Rp 350 jutaan atau bahkan di bawahnya, berkaca pada harga pesaing sekelasnya seperti Ora 3 dan Dolphin.
Desain Eksterior: Perpaduan Milan dan Inspirasi Burung Hantu
Salah satu nilai jual utama dari GAC ION UT adalah desainnya yang disebut sangat fashionable. Mobil ini mengusung nuansa Milan, yang dikenal sebagai kota mode, sehingga desainnya terlihat streamline dan tidak patah-patah; bagian depan, samping, dan belakang terlihat sebagai satu kesatuan yang kohesif.
GAC ION UT mengambil inspirasi desain dari hewan burung hantu untuk bagian depannya. Bagian fascia depannya terlihat membulat.
Lampu depannya didesain berbentuk D shape, lengkap dengan alis yang menyerupai alis burung hantu dan siluet mata bawah, memberikan kesan yang apik dan menarik.
Di bagian bawah lampu utama, terdapat desain matrix cube dengan empat buah elemen yang berfungsi sebagai lampu senja, dan ketika lampu sein dinyalakan, elemen ini akan berfungsi sebagai lampu sein, sebuah penempatan yang berbeda dari kebanyakan mobil yang menempatkan sein di area DRL LED.
Grill depan GAC ION UT berukuran besar namun tidak monoton. Desainnya memiliki lekukan dan opening berbentuk garis-garis longitudinal miring, menunjukkan bahwa desainnya dipikirkan dengan matang.
Sebagai mobil yang siap bersaing, ION UT sudah dilengkapi dengan fitur ADAS, yang terlihat dari adanya sensor di bagian bawah dan kamera serta sensor parkir di bagian atas.
Dari samping, siluet ION UT sangat khas hatchback. Mobil ini hadir dengan kombinasi warna two-tone yang menawan—misalnya, atap putih dipadukan dengan bodi berwarna abu-abu kehijauan (grey tosca).
Velgnya menggunakan ukuran ring 17 inci, yang dianggap cukup memadai untuk kelasnya. Detail desainnya terlihat thoughtful, seperti elemen aksen di pilar belakang dan desain opening handle pintu.
Secara dimensi, GAC ION UT memiliki panjang 4.270 mm, lebar 1.850 mm, dan tinggi 1.575 mm. Bagian belakangnya terlihat membulat dan streamline, memberikan kesan dinamis.
Di atas terdapat spoiler yang memiliki turunan di bagian tengah, serta third brake light. Lampu belakang kombinasi berbentuk C shape (berbeda dengan lampu depan D shape), dan di bagian tengahnya terdapat elemen matrix cube yang berfungsi sebagai lampu mundur.
Interior Mewah dengan Sentuhan Fashion Italia
Akses masuk ke kabin cukup mudah berkat opening pintu yang lebar dan ground clearance yang tidak terlalu tinggi.
Desain interior GAC ION UT disebut thoughtful (penuh pertimbangan) dan cocok dengan fakta bahwa mobil ini pertama kali diperkenalkan di Milan Fashion Week.
Layout dashboard mungkin familiar bagi mereka yang pernah masuk ke produk GAC lain, namun aksen-aksennya membuat ION UT terlihat menarik.
Terdapat stitching dan pola anyaman yang unik di panel pintu, mengingatkan pada produk merek fashion Italia (seperti anyaman intrecciato dari brand BV). Pola anyaman ini juga ditemukan di dashboard, membuat penumpang tidak cepat bosan.
Setirnya menggunakan model palang dua yang cukup familiar bagi mobil GAC ION, dengan tombol-tombol infotainment yang simpel—hanya empat tombol dan dua scrolling button.
Pusat komando mobil berada pada layar infotainment berukuran sekitar 14 inci. Hampir semua kontrol, termasuk pengaturan AC, kursi, dan membuka/menutup bagasi, dilakukan melalui layar sentuh ini, mengikuti tren mobil Tiongkok lainnya.
Meskipun kontrol terpusat di layar, desain kisi-kisi AC berbentuk oval yang unik dan memiliki elemen desain yang membuatnya terlihat dan terasa solid saat disentuh.
Konsol tengahnya cukup tinggi, yang juga berfungsi sebagai handrest. Di bagian depan konsol, terdapat dua cup holder dan satu area wireless charger.
Di bawahnya terdapat ruang penyimpanan. Salah satu catatan adalah, berbeda dengan varian ION V, ION UT belum dilengkapi dengan kulkas.
Komplain Jujur dan Fitur Unik Kabin
Salah satu keluhan yang diangkat dalam ulasan ini adalah kecenderungan mobil Tiongkok untuk memusatkan semua komando di layar sentuh, padahal beberapa fitur esensial, seperti penutup panoramic roof, seharusnya memiliki tombol fisik yang mudah diakses.
GAC ION UT menggunakan panoramic roof yang sayangnya tidak bisa dibuka (bukan sunroof). Fitur unik lainnya adalah penempatan kaca rias (vanity mirror) di area yang biasanya digunakan untuk tempat kacamata hitam, dan vanity mirror di bagian lain dilengkapi dengan lampu (lighting).
Hal ini menunjukkan bahwa mobil ini memang ditujukan untuk pengguna yang sangat memperhatikan penampilan dan aspek fashionable.
Kenyamanan Penumpang Belakang dan Kapasitas Kargo
Untuk ukuran compact EV, bangku baris kedua GAC ION UT dinilai cukup memadai. Berkat desain panoramic roof yang tidak mencapai bagian paling belakang, headroom penumpang belakang terbilang luas, bahkan menyisakan ruang sekitar enam jari—aman saat melewati polisi tidur (speed bump).
Keunggulan signifikan ION UT dibandingkan beberapa compact EV lain (seperti Binguo atau Ora 3) adalah lantai kabin yang cukup rendah. Ini berarti posisi kaki tidak menggantung, dan terdapat pocket untuk legroom.
Dengan patokan posisi mengemudi untuk orang setinggi 178 cm, legroom di belakang masih menyisakan sekitar tujuh jari, yang dianggap lebih dari cukup untuk orang dewasa Asia.
Meskipun ruang kaki dan kepala memadai, kursi belakang lebih ideal untuk empat orang dewasa. Duduk lima orang dewasa akan terasa agak sempit, meskipun masih memungkinkan jika salah satunya adalah anak kecil.
Di bagian tengah terdapat handrest yang berfungsi ganda sebagai dua cup holder. Sayangnya, handrest ini tidak memiliki akses tembus ke bagasi, sehingga sulit untuk membawa barang-barang panjang. Penumpang tengah tetap mendapatkan headrest terpisah.
Bagasi ION UT sudah menggunakan power tailgate. Karena desainnya yang hatchback compact, kapasitasnya mungkin tidak bisa diharapkan terlalu besar, tetapi mobil ini menawarkan ruang kargo sebesar 440 liter.
Jika kursi baris kedua dilipat, kapasitasnya dapat diperluas hingga sekitar 1.600 liter. Meskipun terkesan agak dangkal (shallow), ruang ini cukup untuk menampung sekitar empat koper ukuran kabin jika diletakkan dalam posisi duduk.
Di bawah lantai bagasi, terdapat ruang tambahan untuk menaruh tire repair kit atau charger.
Performa dan Varian Baterai GAC ION UT
GAC ION UT akan ditawarkan dalam dua varian utama, yaitu Standar dan Premium.
1. Varian Standar:
◦ Baterai: 44 kWh.
◦ Jangkauan (Range): 400 km.
◦ Tenaga: 134 HP.
◦ Torsi: 145 Nm.
2. Varian Premium:
◦ Baterai: 60 kWh.
◦ Jangkauan (Range): 500 km.
◦ Tenaga: 201 HP.
◦ Torsi: 210 Nm.
Kedua varian tersebut menggunakan penggerak roda depan (FWD), sama seperti model ION Y Plus dan V. Mobil ini dibekali teknologi baterai LFP Magazine Battery 2.0.
Keunggulan lain terletak pada kecepatan pengisian daya. ION UT mendukung DC fast charging tipe CCS2, yang memungkinkannya mengisi ulang daya dari 30% hingga 80% hanya dalam waktu 24 menit. Daya maksimal yang dapat disalurkan saat pengisian mencapai 80 kWh.
Kesimpulan Review GAC ION UT: Pesaing Serius di Kelas Compact EV
Sebagai impresi pertama, GAC ION UT berhasil memposisikan dirinya sebagai rival wajib yang harus diwaspadai oleh pesaing sekelasnya seperti Dolphin, Ora 3, dan Binguo.
Mobil ini menonjol berkat desainnya yang fashionable dan thoughtful dengan inspirasi Milan dan burung hantu.
Fitur interiornya tergolong lengkap untuk kelas compact EV, didukung oleh layar infotainment 14 inci yang mengontrol hampir seluruh fungsi mobil.
Meskipun ada keluhan minor mengenai minimnya tombol fisik untuk beberapa fungsi penting dan panoramic roof yang tidak bisa dibuka, keunggulan pada kenyamanan ruang kaki (lantai rendah) di baris kedua dan pilihan varian baterai dengan jarak tempuh yang jauh (hingga 500 km) menjadikannya solusi menarik.
Dengan fitur lengkap, jarak jangkauan yang kompetitif, dan desain yang menawan, GAC ION UT memiliki potensi besar untuk sukses jika dipasarkan dengan kisaran harga yang kompetitif, yaitu sekitar Rp 350 jutaan atau di bawahnya. Mobil ini jelas menawarkan paket yang menjanjikan di pasar EV Indonesia.
Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik GAC ION UT
berikut adalah tabel komprehensif mengenai kelebihan dan kekurangan mobil listrik GAC ION UT, berdasarkan informasi yang terdapat dalam sumber video ulasan Mobil123 ini.
Kelebihan (Pros)
Kekurangan (Cons)
Desain dan Estetika
Fungsi Interior dan Kontrol
Mengusung desain yang sangat fashionable dan bernuansa Milan (kota fashion).
Ketergantungan pada Layar Sentuh: Hampir semua komando, termasuk AC, pengaturan kursi, buka/tutup bagasi, dan penutup panoramic roof dipusatkan pada layar infotainment.
Siluet bodi streamline dan kohesif, tidak patah-patah (depan, samping, belakang menyatu).
Ketiadaan Tombol Fisik: Terdapat komplain mengenai minimnya tombol fisik yang mudah diakses untuk fungsi penting, seperti penutup panoramic roof.
Desain fascia depan terinspirasi dari burung hantu, dengan lampu utama berbentuk D shape dan alis yang apik.
Bukan Sunroof: Dilengkapi panoramic roof tetapi sayangnya tidak bisa dibuka (bukan sunroof).
Desain Matrix Cube yang unik berfungsi sebagai lampu senja dan lampu sein.
Belum dilengkapi dengan kulkas, berbeda dengan varian GAC ION V.
Menggunakan velg ring 17 inci, yang cukup memadai untuk kelasnya.
Kapasitas Penumpang: Meskipun legroom memadai, bangku belakang terasa agak sempit untuk lima orang dewasa; lebih ideal untuk empat orang dewasa.
Detail desain eksterior terlihat thoughtful, termasuk aksen di pilar belakang dan desain handle pintu.
Keterbatasan Bagasi: Tidak ada akses tembus dari sandaran tangan (handrest) tengah ke bagasi, sehingga sulit untuk membawa barang-barang yang panjang.
Kenyamanan dan Fitur Kabin
Ruang kargo belakang (bagasi) terkesan agak dangkal (shallow).
Desain interior thoughtful dengan stitching dan pola anyaman yang unik di dashboard dan panel pintu (mengambil inspirasi fashion Italia), membuat kabin tidak membosankan.
Desain Dashboard Familiar: Tata letak dashboard mungkin terlihat cukup familiar atau mirip dengan beberapa produk GAC lainnya.
Setir model palang dua dengan tombol infotainment yang cenderung simpel.
Layar infotainment tengah yang besar, sekitar 14 inci.
Kisi-kisi AC berbentuk oval yang unik dan terasa solid saat disentuh.
Dilengkapi vanity mirror di posisi yang unik dan vanity mirror di tempat lain memiliki lampu (lighting), menunjukkan perhatian pada aspek fashionable pengguna.
Jarak Tempuh dan Performa
Tersedia dalam dua varian baterai dengan jarak jangkauan yang kompetitif: Varian Standar (44 kWh, 400 km) dan Varian Premium (60 kWh, 500 km).
Menggunakan teknologi baterai LFP Magazine Battery 2.0.
Pengisian Daya Cepat: Mendukung DC fast charging tipe CCS2, dapat mengisi daya dari 30% hingga 80% hanya dalam 24 menit.
Aksesibilitas dan Utilitas
Sudah dilengkapi fitur keselamatan canggih ADAS (terlihat dari sensor dan kamera).
Lantai kabin belakang cukup rendah, membuat posisi kaki penumpang dewasa tidak menggantung (legroom memadai).
Headroom penumpang belakang cukup luas (sekitar 6 jari) karena desain panoramic roof tidak mencapai bagian paling belakang.
Kapasitas ruang kargo standar 440 L, dapat diperluas hingga 1.600 L saat kursi dilipat.
Bagasi sudah menggunakan power tailgate.
Terdapat ruang penyimpanan tambahan di bawah lantai bagasi untuk tire repair kit atau charger.