Untung Rugi Mesin 4-sIlinder Toyota Agya dan Daihatsu Ayla

Berita Otomotif

Untung Rugi Mesin 4-sIlinder Toyota Agya dan Daihatsu Ayla

JAKARTA – Membahas untung dan rugi Toyota Agya dan Daihatsu Ayla dengan menggunakan mesin 4-silinder.

Belakangan beredar kabar bahwa kolaborasi Daihatsu dan Toyota akan kembali memanas dalam waktu dekat. Hal ini dikarenakan proyek Low Cost Green Car (LCGC) buatan lokal tersebut akan hadir dengan varian mesin baru yang menggunakan empat silinder an berkapasitas 1.200cc.

Pilihan mesin baru pada duet maut produsen mobil asal Jepang ini digadang-gadang bakal menjadi idola baru masyarakat Tanah Air. Namun di balik keputusan mendatangkan mesin lebih besar, mari berhitung untung dan rugi kedua dapur pacu tersebut.

Artikel bersambung dibawah

Toyota Agya dan Daihatsu Ayla yang beredar di pasaran selama ini menggunakan mesin tiga silinder berkapasitas 1.000cc. Sumber tenaga kendaraan tersebut telah terbukti irit bahan bakar dan lolos syarat dari klausal LCGC yakni minimal 20 km per liter.

Atau analoginya, mesin dengan kapasitas dan jumlah silinder akan ada lebih banyak BBM yang beredar di ruang bakar dibanding mesin yang lebih kompak. Dan  seandainya dengan kapasitas yang sama, mesin tiga silinder akan lebih efisien.

Mesin tiga silinder diklaim lebih minim gesekan daripada empat silinder. Ini terjadi karena semakin sedikit jumlah silinder, maka potensi gesekan antara metal dengan metal menjadi berkurang. Hal inilah yang membuat mesin empat piston lebih banyak menghasilkan friksi dibandingkan tiga silinder.

Selain itu dengan jumlah silinder lebih sedikit, total bobot mesin menjadi lebih ringan. Keuntungan tersebut memberikan kemudahan bagi manufaktur, dalam memproduksi mobil nan ringan, juga irit bahan bakar.

Keuntungan yang didapat dari kendaraan tiga silinder adalah bodi yang kompak. Sekali lagi keadaan ini menguntungkan pabrikan karena memiliki ruang lebih lega dalam bonnet. Produsen kendaraan lebih leluasa memaksimalkan dimensi kabin. Belum lagi jika berbicara soal ruang untuk melakukan perawatan. Tentunya mekanik akan lebih leluasa jika dalam satu ukuran kompartemen terdapat mesin berdimensi kompak. 

Lebih jauh dengan lebih kecilnya mesin mobil, biaya produksi juga dapat dipangkas. Hal ini membuat produsen lebih mudah menetapkan harga kendaraan. Dalam hal ini konsumen diuntungkan karena dapat memiliki mobil dengan harga lebih terjangkau.

Mesin empat silinder sendiri bukan tanpa keunggulan. Kinerja sumber tenaga tersebut dianggap lebih sempurna dibandingkan mesin tiga silinder. Hal ini membuat mesin silinder ganjil menghasilkan suara dan getaran lebih kuat  jika dibandingkan mesin genap.

Dari penjabaran di atas, muncul beberapa pertanyaan dan prediksi. Pertama, harga jual Agya-Ayla 1.2 dipastikan bakal lebih mahal dibandingkan versi 3 silinder. Kedua, masalah efisiensi belum tentu lebih irit dari mesin 3 silinder. Selanjutnya di sisi perawatan sepertinya bakal lebih merepotkan mekanik terutama karena ruangnya yang lebih sempit.

Meski demikian mesin 4 silinder yang diperkirakan berkode NR 1.2-liter Dual VVT-i 16 Valve DOHC ini memiliki tenaga lebih besar. Semburan tenaganya mencapai 86 hp pada 6.000 rpm dan torsi maksimal 108 NM di putaran 4.200 rpm. Sementara versi mesin 1.0-liter 1KR-DE 3-silinder 12 Valve DOHC hanya memiliki tenaga 66 hp pada 6.000 rpm dan torsi 89 Nm pada putaran 3.600 rpm. [Dew/Ari]

Temukan mobil idaman di Mobil123        
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support