Uni Eropa Ikut Peringatkan Trump Soal Rencana Persulit Impor Mobil

Berita Otomotif

Uni Eropa Ikut Peringatkan Trump Soal Rencana Persulit Impor Mobil

WASHINGTON DC - Suara-suara tak setuju mengenai rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempersulit impor mobil dengan bea masuk tinggi terus bermunculan. Uni Eropa bahkan sampai ikut berkomentar.

Pabrikan-pabrikan otomotif seperti Mazda, Toyota, dan General Motors (GM) sudah berteriak menyikapi rencana Trump tersebut. Mazda serta Toyota menyebut kebijakan tersebut akan ikut mempermahal model-model yang dirakit di dalam negeri, sementara GM mengingatkan pemutusan hubungan kerja besar-besar dapat terjadi.

Perkembangan terakhir, seperti dikabarkan CNN Money dan CNBC awal pekan ini, Uni Eropa juga tegas menolak. Organisasi yang menaungi negara-negara di ‘Benua Biru’ tersebut awal pekan ini berpendapat rencana Trump menaikkan bea masuk nantinya malah menjadi ‘senjata makan tuan’ bagi ekonomi AS.

Melalui komentar resmi mereka kepada Departemen Perdagangan, Uni Eropa mengklaim bea masuk tinggi justru bakal memperburuk ekspor ‘Negeri Paman Sam’ karena aksi balasan serupa dari negara-negara yang menjadi partner dagang.

Tak main-main, Uni Eropa memperkirakan nilai ekspor yang terpengaruh negatif bisa mencapai setidaknya 294 miliar dollar AS (Rp 4,23 kuadriliun). Sebagai gambaran, angka ini adalah 19 persen dari total ekspor AS pada 2017.

Trump berencana menaikkan bea masuk mobil-mobil impor dari Eropa hingga menjadi 20 persen, seperti juga yang ia ingin lakukan untuk impor dari beragam negara lain. Ini, menurutnya, dilakukan untuk mengimbangi bea masuk 10 persen terhadap mobil-mobil impor yang masuk negara-negara Uni Eropa.

Kenaikan bea masuk mobil impor Eropa ini melonjak sangat pesat dari tarif yang diterapkan sekarang yaitu 2 persen. Uni Eropa menegaskan bahwa merek-merek mobil Eropa merakit 2,9 juta unit mobil per tahun di AS. Sebanyak 60 persen di antaranya diproduksi untuk diekspor.

Pabrik-pabrik mereka di di AS mempekerjakan pula 120 ribu karyawan. Jika industri pendukung seperti distributor suku cadang ikut dihitung, jumlah pekerja bisa menjadi 420 ribu orang. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support