Trump Tangguhkan Bea Masuk Tinggi Mobil Impor

Berita Otomotif

Trump Tangguhkan Bea Masuk Tinggi Mobil Impor

WASHINGTON D.C – Donald Trump, Presiden Amerika Serikat (AS) dilaporkan masih menahan pemberlakukan bea masuk tinggi bagi mobil-mobil impor karena ingin memastikan terlebih dahulu dampaknya terhadap keamanan nasional.

Seperti diketahui, Trump berniat memberlakukan bea masuk otomotif 25 persen. Ini dilakukan demi memaksa pabrikan-pabrikan membangun lebih banyak lagi fasilitas perakitan di AS, kemudian menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.

Lebih lanjut, dua narasumber yang mengetahui permasalahan memberitahukan Bloomberg bahwa Trump pada Selasa (13/11/2018) kemarin bertemu para penasehat ekonomi kabinetnya di Gedung Putih untuk membahas draf laporan investigasi Kementerian Perdagangan mengenai efek bea masuk tinggi kepada keamanan nasional. Hasil laporan ini nanti, menurut para narasumber yang tak bersedia diungkap namanya, bisa mempengaruhi keputusan Trump mengenai  kebijakan tersebut.

Penyelidikan Kementerian Perdagangan perihal implikasi bea masuk tinggi impor otomotif—termasuk SUV, van, truk ringan, serta suku cadang—pada keamanan AS dimulai pada Mei. Wilbur Ross, Menteri Perdagangan AS, diberikan waktu hingga Februari 2019 untuk memberikan laporan akhir kepada presiden.

Setelah menerima laporan, Trump mempunyai 90 hari untuk memutuskan apakah akan tetap menerapkan bea masuk 25 persen atau tidak. Kementerian Perdagangan sendiri dapat memberikan berbagai opsi lain dalam rangka pembatasan impor.

Sejauh ini, baru Eropa yang sudah dipastikan aman dari keinginan Trump memberikan bea masuk tinggi, setelah Uni Eropa dan pemerintah AS mencapai jalan tengah saat diskusi yang mereka lakukan. Sementara itu, Meksiko plus Kanada sedang bernegosiasi dengan Trump.

“Kami berasumsi bahwa itu (kesepakatan dengan AS) masih valid,” ujar Cecilia Malmstrom, Komisioner Perdagangan Uni Eropa.

AS mengimpor mobil serta suku cadang senilai 350 miliar dollar AS (Rp 5,16 kuadriliun) tahun lalu. Keinginan Trump memasang bea masuk tinggi tak hanya mendapat penentangan dari pabrikan-pabrikan asing seperti Toyota, tapi juga pabrikan asal negeri sendiri semisal General Motors.

Toyota menyatakan hal itu nantinya tak hanya menambah mahal harga mobil impor, tapi juga mobil yang sudah dirakit lokal. National Automobile Dealers Association mengestimasikan penambahan bea masuk dapat menambah beban biaya sebanyak 2.270 dollar AS (Rp 33,50 juta) bagi mobil-mobil rakitan lokal dan 6.875 dollar AS (Rp 101,46 juta) untuk kendaraan-kendaraan impor. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar