Trik Suzuki di Tengah Ancaman Krisis Ekonomi

Berita Otomotif

Trik Suzuki di Tengah Ancaman Krisis Ekonomi

TANGERANG - Indonesia dalam ancaman krisis ekonomi. Bagaimana nasib Suzuki di Indonesia ke depan di tengah ancaman krisis ekonomi saat ini?

Makmur,  4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) punya jawabanya.

Menurutnya, Suzuki Indonesia tetap optimistis, meski dalam kondisi ekonomi buruk sekalipun. Kalau dilihat dari kacamata Gaikindo, asosiasi kendaraan bermotor di Indonesia, industri otomotif Indonesia memang memasuki siklus lima tahunan, meski ada keterpautan dengan kondisi ekonomi Indonesia.

Dia sangat merasakan terjadi penurunan pada industri otomotif Indonesia. Nah, untuk menggeliatkan kembali, Gaikindo 'ngotot' melaksanakan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015. Event besar ini diamini oleh Suzuki.

Pameran mobil terbesar di Indonesia ini pun diharapkan menjadi momentum Suzuki untuk meningkat gairah beli para konsumen. Saat pameran berlangsung, Suzuki siap memberikan informasi mengenai produk-produk Suzuki berikut teknologi mutakhir yang dimiliki dengan harapan menarik minat beli.

"Contoh kami berikan pembaruan pada Suzuki Ertiga yang baru saja diluncurkan di GIIAS. Jadi mungkin orang-orang yang selama ini ada sejumlah orang yang menahan uang, namun dengan adanya produk baru jadi niat ganti mobil," kata Makmur kepada Mobil123.

Menawarkan model baru ternyata tidak cukup. Perlu didampingi program penjualan selama pameran berlansung. Jadi program penjualan yang Suzuki berikan sesuai tag line yang biasa dilakukan Suzuki yakni program triple bonus seperti cash back, ratusan juta voucher dan grand prize 30 sepeda motor Suzuki Satria dan 1 Suzuki Karimun Wagon R. Kendati demikian, program penjualan dianggap Makmur belum bisa memuaskan konsumen.

"Jadi kami berikan aftersales. Seperti sudah kita ketahui adalah selama ini kami berikan dengan gratis jasa sampai dengan 50 ribu kilometer tanpa batas waktu, dan itu hanya ada pada kami (Suzuki). Lalu kami punya  express maintenance, hanya 30 menit proses pengerjaan, mobil selesai diservis," yakin Makmur.

Suzuki juga menyakini kenyamanan para pemilik mobil dengan adanya body repair dengan kualitas terbaik.

Jauh sebelum Indonesia di tengah ancaman krisis ekonomi, Suzuki sudah mengandalkan strategi ini agar tidak terjebak dalam kondisi seperti sekarang. Tujuannya untuk menggairahkan minat beli para konsumen. Selama ini, Suzuki ditopang dengan 281 network di seluruh Indonesia, dan disiapkan lebih banyak lagi demi menjangkau masyarakat Indonesia lebih luas.

Suzuki menilai mobil merupakan barang mewah dan menjadi kebutuhan yang kesekian. Jadi para konsumen tidak bisa sembarang membelinya. Dan sangat wajar jika edukasi cara membeli mobil yang baik kerap dilakukan Suzuki agar para konsumen mendapatkan mobil idaman sehingga berguna dan memenuhi kebutuhan.

Lalu bagaiamana proyeksi pertumbuhan penjualan Suzuki dalam 5 tahun ke depan di tengah nilai tukar rupiah yang terus merosot?

Dikatakan Makmur, istilah siklus lima tahunan sedang melanda industri otomotif Indonesia. Semua merek mobil mengalami penurunan penjualan. Namun Makmur menyakini Suzuki akan mengalami pertumbuhan penjualan di Indonesia dalam lima tahun ke depan. Kenaikan penjualan berkat pembaruan produk-produk, aftersales dan hal-hal lain.

"Kenaikan penjualan mobil Suzuki juga tidak lepas dari tangan pemerintah, misalkan dukungan dari sisi pembiayaan yang lebih mudah dijangkau oleh para konsumen," harapnya.

Sekarang Suzuki masih punya waktu untuk berkembang. Indonesia yang selama ini menjadikan lumbung penjualan Suzuki diharapkan bisa menyerap Suzuki lebih banyak lagi. Berbagai upaya pun dilakukan seperti memberikan mobil-mobil value for money. Artinya kendaraan dan fitur yang diterima oleh konsumen sesuai dengan kebutuhan mereka sehari-hari. Bahkan Suzuki melibatkan para pengguna mobil dan dealer untuk memberikan masukan demi kemajuan produk.

"Sebagai bukti adalah Suzuki Ertiga. Kami launching dengan fitur-fitur terdepan di kelasnya dengan side impact beam, ABS, airbag namun dengan harga yang sangat kompetitif. Dan kesuksesan Suzuki Ertiga ditiru oleh merek lain. Dan itu membuktikan value for money untuk Suzuki sangat terbukti," imbuh Makmur.

Dia menegaskan masih banyak model Suzuki lain dengan keunggulan kompetitif di kelasnya seperti Karimun Wagon R, Celerio, Swift dan pick-up. Semua produk tersebut diakui oleh Makmur cukup terjangkau dan memenuhi kebutuhan para pelanggan.

"Kami berusaha tidak melihat dari kacamata kami. Apa sih kebutuhan dari para pengguna kendaraan Suzuki? Buat apa kami berikan produk mahal tapi tidak dibutuhkan," tutup Makmur. [Ikh/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



M Ikhsan

M Ikhsan

Pria ini sangat menyukai dunia otomotif karena sudah menjadi bagian hidupnya sejak kecil. Seperti para jurnalis otomotif lainnya, saya suka‬ pekerjaan yang mendetail dan suka dengan aktivitas outdoor yang penuh tantangan. Impian saya adalah mengoleksi supercar Italia, meski sekarang hanya bisa mengoleksi die cast. Tapi saya percaya suatu saat nanti, satu supercar akan terparkir di garasi rumah. ‎


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual