Tren SUV Mulai Saingi Popularitas MPV

Berita Otomotif

Tren SUV Mulai Saingi Popularitas MPV

JAKARTA - Penjualan SUV di Indonesia belakangan menunjukkan hasil positif, kendaraan serba guna dengan bentuk lebih menarik ini perlahan tapi pasti akan menyaingi popularitas MPV. 

Pada tahun 2016, tercatat penjualan SUV mencapai 189.835 unit sementara pada tahun 2017 penjualan sedikit menurun menjadi hanya 166.440 unit. Meski mengalami penurunan namun perkembangan mobil SUV justru perlahan meningkat berkat banyaknya model baru yang ditawarkan di tahun ini.

Awal 2018, Toyota dan Daihatsu resmi mengumumkan harga dari Toyota Rush dan Daihatsu Terios. Kedua mobil merupakan LSUV yang menjadi mobil terlaris di Indonesia dna langsung mendapat respon positif. Tak lama berselang, Honda BR-V pun mendapat sedikit upgrade dari Honda saat ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018.

Mitsubishi pun tidak mau kalah, mereka mulai memperbanyak produksi lokal dari SUV andalannya yaitu Pajero Sport. Dengan mulai dirakitnya secara lokal maka mereka yakin dapat memberikan mobil berfitur lebih lengkap dengan harga tetap kompetitif.

Tak hanya pabrikan Jepang, pabrikan Korea seperti Hyundai juga menghadirkan sejumlah SUV baru di di Indonesia. All-new Hyundai Santa Fe telah disiapkan untuk menjadi penantang serius dari SUV Jepang yang selama ini merajai pasar.

Pabrikan mobil Cina juga mulai melihat SUV sebagai peluang baru yang menjanjikan di masa depan. Tak heran bila DFSK, produsen asal Cina langsung mengandalkan DFSK Glory 580 sebagai andalannya di sektor mobil penumpang.

Desainnya yang menarik dan ditambah fungsionalitasnya tidak jauh berbeda dengan MPV disebut-sebut sebagai alasan mengapa SUV sangat diterima oleh masyarakat Indonesia. Harga yang ditawarkan oleh SUV-SUV tersebut pun terbilang tidak jauh berbeda dengan MPV pada umumnya.

Kesempatan tersebut juga dilihat oleh Wuling Motors Indonesia yang mencoba menggoda para potensial buyer-nya dengan menghadirkan model SUV mereka di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 lalu. Dalam event tersebut, mereka hanya mengenalkan mobil tersebut dengan nama Wuling SUV saja, tanpa menyebutkan nama resminya yang direncanakan kelak akan mengaspal di Indonesia tahun depan.

Perlu diketahui, Wuling SUV yang dikenalkan itu di negeri asalnya Tiongkok bernama Baojun 530 dan memiliki catatan penerimaan masyarakat yang cukup baik. Baru diluncurkan pada Maret 2018 lalu, performa penjualannya juga positif sehingga mampu berkontribusi baik dalam penjualan total SUV model Baojun di China. 

Diolah data dari carsalebase.com, wholesale Baojun 530 pada periode Februari-Agustus 2018 mencapai 86,421 unit di Cina. Jika dibandingkan dengan pesaingnya Haval H6 dan Changan CS75, Baojun 530 cukup kompetitif sebagai pemain baru.

Sampai berita ini diturunkan, Wuling Motors Indonesia mengatakan bahwa pihaknya memang tengah mempelajari secara detail agar SUV mereka berikut fitur kelengkapannya benar-benar cocok untuk pasar Indonesia. Hal ini dilakukan karena tak lepas dari berbagai hal penting, baik dari sisi kualitas juga harga jualnya kelak.

Saat dipamerkan di GIIAS 2018, Wuling SUV hadir dengan teknologi lampu LED DRL berdesain tajam yang mampu membuat SUV ini semakin menarik. Tak hanya eksteriornya saja, pada bagian eksterior Wuling SUV juga menawarkan kemewahan dan kenyamanan untuk seluruh penumpang.

Kabin Wuling SUV menggunakan 2 kombinasi warna dengan desain dashboard yang tampak mewah. Sama dengan Cortez, mobil ini juga dilengkapi dengan atap panoramic yang sangat besar sehingga kesan mewah semakin terasa di bagian kabin.

Wuling Motors Indonesia kemungkinan menawarkan SUV-nya dengan 1 pilihan mesin yakni berkapasitas 1.5-liter dengan turbocharged. Sayang belum ada detail spek resmi yang dilansir oleh pihak pabrikan.

Satu yang menjadi senjata Wuling adalah mampu menghadirkan mobil dengan fitur lengkap namun memiliki harga yang lebih terjangkau. Intinya konsumen akan mendapatkan value for money yang menguntungkan. 

Tak ketinggalan, hingga saat ini Wuling sudah memiliki jaringan dealer yang luas. Tercatat hingga saat ini telah ada 80 dealer yang tersebar di Indonesia. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar