Toyota Ungkap Hasil Riset Mobil Listrik! Konsumen Indonesia Rela Bayar Lebih Mahal?

Berita Otomotif

Toyota Ungkap Hasil Riset Mobil Listrik! Konsumen Indonesia Rela Bayar Lebih Mahal?

JAKARTA - Menurut riset Toyota, belum banyak konsumen Indonesia mau bayar lebih mahal untuk mobil listrik. Toyota sendiri akan menyiapkan teknologi kendaraan lengkap sebagai pilihan di era elektrifikasi.

Project General Manager Toyota Daihatsu Engineering & Manufacturing Indra Chandra Setiawan menerangkan bahwa berdasarkan survei Toyota dan Delloite, memang sudah ada konsumen di Tanah Air yang rela merogoh kocek lebih dalam untuk membeli mobil listrik.

Namun, jumlahnya baru 13 persen dari responden.

Sebanyak 61 persen masih berkeinginan membayar jumlah yang sama dengan rata-rata harga mobil yang ada di pasar saat ini. Lalu, 23 persen menjawab hanya mau menerima mobil listrik kalau lebih rendah dari rata-rata harga mobil sekarang.

Sebanyak 3 persen sisanya merasa tak masalah dengan ‘harga premium’ untuk mobil listrik.

mobil listrik Toyota C+Pod, Toyota Prius PHEV

“Ini tantangan untuk industri, bagaimana bisa mereduksi tantangan ini supaya acceptance level (tingkat penerimaannya) tercapai,” pungkas Indra dalam Webinar ‘100 Years of Indonesia Automotive Industry: Realizing Indonesia Net-Zero Emission’ di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah pada Rabu (25/5/2022) kemarin.

Sekadar mengingatkan, pemerintah Indonesia telah memberikan beragam insentif fiskal dan nonfiskal untuk berbagai teknologi mobil listrik. Targetnya, pada 2035, ada 1 juta mobil listrik yang diproduksi lokal.

Presiden Direktur PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono menjelaskan pendekatan mereka di masa transformasi menuju era CASE (Conneted, Autonomous, Shared, Electrified Vehicle) bernama ‘Multi-Pathway’.

Artinya adalah teknologi kendaraan ramah lingkungan yang lengkap.

“Toyota Indonesia bertekad untuk menyediakan teknologi elektrifikasi dengan varian lengkap melalui pendekatan Multi-Pathway mulai dari flexy-engine, FCEV (fuel cel electric vehicle/mobil hidrogen), BEV (battery electric vehicle/mobil listrik murni), PHEV (plug-in hybrid), HEV (hybrid electric vehicle), biofuel, hingga LCGC (low cost green car)… No one left behind!,” papar dia.

Sinergi Berbagai Pihak & Pengembangan SDM di Era Mobil Listrik

Pemerintah Indonesia telah mengumumkan target ‘Net Zero Emission’ pada 2060 dan transformasi ke mobil listrik menjadi bagian dari misi tersebut. Toyota menilai hal ini butuh sinergi dari berbagai pihak.

“Hal tersebut tentunya dapat terwujud melalui sinergi bersama antara institusi pendidikan, generasi muda, dan juga sektor industri khususnya Industri otomotif nasional,” kata Warih.

xEV Center Toyota Indonesia

Sebagai langkah edukasi, Toyota Indonesia pada 19 Mei 2022 kemarin meresmikan xEV Center di Karawang, Jawa Barat.

Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam mengatakan fasilitas ini merupakan kontribusi dalam meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) nasional agar dapat berperan merealisasikan masa depan yang netral karbon.

Ini sesuai filosofi Toyota ‘Make People Before Make Product’.

“Pengembangan generasi muda saat mengenyam pendidikan tinggi menjadi momen penting bagi universitas di Indonesia agar dapat berperan aktif dalam mempersiapkan serta mengembangkan kemampuan maupun pengetahuan mahasiswa dalam teknologi hijau sehingga siap berkontribusi di industri era elektrifikasi,” ujar Bob. [Xan/Ses]

>>>>> Klik link ini untuk melihat harga mobil baru <<<<<



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar