Distribusi Avanza Stabil Meski Digempur Kompetitor dari Berbagai Penjuru

Berita Otomotif

Distribusi Avanza Stabil Meski Digempur Kompetitor dari Berbagai Penjuru

JAKARTA - Penjualan wholesales (dari pabrik ke dealer) Toyota Avanza di Indonesia sudah menembus 28 ribu unit selama Januari - April 2019, relatif sama dengan periode yang sama tahun lalu (year on year).

Avanza, berdasarkan data yang dikirimkan oleh Fransiskus Soerjopranoto selaku Executive General Manager PT. Toyota Astra Motor (TAM) beberapa waktu lalu, didistribusikan sebanyak 9.100 unit khusus April kemarin. Jika ditambahkan dengan pencapaiannya selama kuartal satu, total volume yang sudah diterjunkan ke pasar otomotif nasional secara total adalah 28.906 unit.

Rinciannya, pada Januari, ada 5.586 unit yang disuplai ke dealer-dealer. Sementara, pada Februari dan Maret, angkanya adalah 5.700 unit plus 8.538 unit.

Sebagai perbandingan, pada empat bulan pertama 2018, Avanza membukukan wholesales 28.330 unit. Artinya, ada kenaikan tipis sebanyak 2 persen saja secara year on year.

Tidak diketahui berapa banyak Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) untuk Avanza yang sudah terkumpul di periode Januari - April 2019.

Sekadar mengingatkan, Toyota telah merilis versi facelift dari low multi purpose vehicle (LMPV) tersebut pada pertengahan Januari tahun ini. Ketika itu, tidak ada kenaikan harga meski modelnya sudah disegarkan dengan banderol mulai Rp 188,6 juta - 239,45 juta on-the-road Jakarta.

Akan tetapi, berdasarkan pengamatan Mobil123.com di situs resmi Toyota Indonesia, rentang harga tersebut kini telah naik. Varian terbawah dijual Rp 191,1 juta, sedangkan varian tertinggi dilabeli Rp 239,45 juta.

Produksi model terbaru sempat terganggu di bulan-bulan awal, sehingga suplainya ke dealer juga sempat tersendat dan indennya bisa mencapai 2 bulan. Perakitan baru berjalan maksimal mulai Maret kemarin sehingga salah satu merek terlaris di dunia maupun di Indonesia ini mampu mengirim lebih dari 8.500 unit ke jaringan-jaringan penjualan mereka.

Menarik melihat bagaimana selisih antara Avanza dengan kompetitor terdekat mereka, Mitsubishi Xpander. Pasalnya, pada kuartal satu kemarin, wholesales keduanya terpaut tak terlalu jauh.

Avanza ada di volume 19.806 unit. Xpander, di sisi lain, didistribusikan sebanyak 19.355 unit.

Model yang paling diandalkan oleh Mitsubishi itu sendiri mengincar posisi sebagai LMPV maupun mobil terlaris di Indonesia pada tahun ini, setelah tahun lalu disalip oleh Avanza di bulan ke-10 hingga tutup tahun kalender.

Tak hanya Xpander, seperti kita ketahui, Avanza juga meiliki pesaing-pesaing tangguh di kelas low MPV. Mulai dari Wuling Confero yang bermain dengan harga murah namun fitur berlimpah hingga Suzuki Ertiga, Honda Mobilio dan juga kembaran Xpander yakni Nissan Livina. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar