Toyota Prediksi 2020 Banyak Model Baru Meluncur, Persaingan Bakal Ketat

Berita Otomotif

Toyota Prediksi 2020 Banyak Model Baru Meluncur, Persaingan Bakal Ketat

JAKARTA - Toyota memprediksi 2020 banyak brand yang luncurkan model baru, membuat pasar otomotif Indonesia makin seru jika itu benar-benar terjadi.

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT. Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan bahwa peluncuran mobil di Tanah Air pada tahun ini relatif lebih sedikit ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Hal berbeda bisa terjadi tahun depan.

"Tahun ini, produk-produk yang benar-benar baru memang relatif agak jarang dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi, di tahun depan saya rasa sepertinya banyak yang persiapkan produk-produk baru, tidak hanya Toyota tapi dari sisi kompetitor,” ucap dia saat diwawancarai pada akhir pekan lalu di Ancol, Jakarta.

Persaingan pun, lanjutnya, bakal menjadi lebih ketat. Toyota sendiri, menurut dia, masih membicarakan rencana peluncuran produk pada 2020 dengan prinsipal mereka di Jepang. Prinsipal sudah memberikan ‘beberapa informasi’ mengenai itu.

Sebagai informasi, pada 2019, Toyota sudah meluncurkan sembilan model. Ada satu model lagi yang sedang diusahakan.

“(Untuk peluncuran Toyota di 2020) nanti lah, ya, sabar lah, ya. Mungkin terlalu cepat dibicarakan sekarang. Kami masih fokus menyelesaikan dua bulan ini (November-Desember). Beberapa masih dalam pembicaraan dengan prinsipal. Beberapa lagi sebenarnya sudah ada informasi dari mereka,” paparnya.

Ramalan mengenai akan banyaknya model baru ia lontarkan di tengah-tengah keterangan proyeksi pasar otomotif nasional pada 2020. Menurut dia, jika melihat kondisi ekonomi makro, penjualan sepertinya relatif sama dengan tahun ini.

Adapun perkiraan penjualan mobil pada 2019 telah direvisi secara resmi oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menjadi 1 juta unit karena kondisi politik pra serta pascaPemilu Presiden. Sebelumnya, target Gaikindo adalah 1,1 juta unit.

“Rasanya tahun depan kalau melihat dari kondisi ekonomi seperti Gross Domestic Product dan perang dagang, perkiraan kami pada saat ini--walaupun kami belum mengeluarkan secara formal--paling-paling ada di kisaran sama dengan tahun ini. Jadi kami enggak bisa ekspektasi terlalu naik. Mudah-mudahan bisa dijaga dan enggak turun. Kami juga berharap dengan pemerintahan yang sudah baru, sudah keluar keputusan soal menteri dan lain-lain, bisa menjadi batu pijakan ekonomi bisa berkembang lagi,” pungkas dia.

Kondisi ekonomi, tambah Anton, menjadi penentu utama pertumbuhan pasar otomotif. Pertumbuhan ekonomi bisa membantu pasar agar bisa lebih berkembang pula. Peluncuran produk-produk baru menjadi faktor lain. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support