Toyota: Perawatan Mobil Hybrid dan Konvensional Hampir Sama

Berita Otomotif

Toyota: Perawatan Mobil Hybrid dan Konvensional Hampir Sama

BANYUWANGI - Toyota memaparkan bahwa perawatan mobil hybrid, jika dibandingkan dengan mobil konvensional hampir sama, sehingga biayanya pun tak jauh beda.

Toyota hingga kini memiliki empat model hybrid di Indonesia yaitu Alphard, All-New Camry, C-HR, dan Corolla Altis. Mereka kini sedang menunggu regulasi-regulasi turunan dari Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2009 yang berisikan 17 insentif bagi mobil dengan sumber energi alternatif, untuk lebih mengembangkan lini produk hybrid di Tanah Air.

Akan tetapi, sebelum itu, Toyota merasa perlu mengedukasi para konsumen mengenai mobil hybrid. Pasalnya, menurut mereka ada tiga kekhawatiran dari masyarakat yang turut mengganjal perkembangan mobil hybrid dan salah satunya mengenai anggapan cara perawatan dan biaya servisnya mahal.

Menyangkut hal ini, Faozan Saptadi selaku Service Head Bengkel Auto2000 Banyuwangi, mengatakan periodisasi perawatan mobil hybrid dengan mobil konvensional persis sama. Kemudian, jika bicara mengenai hal-hal yang dicek pada setiap servis berkala, cuma ada dua perbedaan yakni saringan udara di sistem pendingin baterai lithium-ion serta coolant (cairan pendingin) inverter.

“Ini saya bicara dari sisi hal-hal yang dicek secara rutin ya. Karena dari sisi teknologi keduanya pasti beda,” ucapnya di sela-sela test drive empat model hybrid Toyota di Indonesia plus Prius PHEV pada 9 - 11 Oktober dari Banyuwangi - Bali.

Filter udara di sistem pendinginan baterai dicek dan dibersihkan per 6 bulan atau 10 ribu km. Komponen seharga Rp 125 ribu ini sendiri tidak gampang rusak sehingga tidak ada jadwal penggantian rutin.

“Untuk penggantian rutin tidak ada. Kalau ada kendala saja karena itu, kan, tidak kena udara luar. Itu dari udara AC (pendingin ruangan). Beda dengan saringan udara bensin,” jelas Faozan.

Hal kedua yang diperiksa secara rutin ialah cairan pendingin inverter. Cairan yang digunakan juga sama dengan yang digunakan di radiator.

“Cek cairan pendingin inverter itu per 40 ribu km. Tapi pada servis 160 ribu km akan diganti karena kualitas cairan ini secara kimia, kan, lama-lama akan berkurang. Butuhnya satu galon berisi 4 liter yang harganya Rp 650 ribu. Kalau cairan pendingin radiator kan tiap 80 ribu diganti dan butuhnya 7 liter,” paparnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support