Toyota Kembangkan Fitur Deteksi Serangan Jantung Saat Berkendara

Berita Otomotif

Toyota Kembangkan Fitur Deteksi Serangan Jantung Saat Berkendara

PLANO - Toyota sedang mengembangkan fitur yang bisa mendeteksi serangan jantung pada pengemudi saat berkendara.

Serangan jantung bisa terjadi kapan saja di mana saja tanpa bisa diketahui secara pasti. Tentu akan berakibat sangat fatal jika terjadi saat pengemudi sedangn berkendara, karena selain membahayakan dirinya, para pengendara lain di sekitarnya bisa ikut menjadi korban kecelakaan.

Atas dasar ini, pabrikan otomotif terbesar di dunia, Toyota berinsiatif untuk mengembangkan fitur yang dapat mendeteksi serangan jantung pada pengemudi. Dengan fitur ini diharapkan dapat mengurangi potensi risiko kecelakaan fatal jika terjadi serangan jantung pada pengemudi terutama saat berkendara sendirian.

Toyota Kembangkan Fitur Deteksi Serangan Jantung Saat Berkendara
Tahap penelitian dari pengembangan fitur ini dipimpin oleh Pujitha Gunaratne yang merupakan ilmuan utama di Toyota Collaborative Safety research. Kabarnya, tim tersebut sedang mencoba mengembangkan algoritma untuk mendeteksi dan memprediksi serangan jantung yang mungkin akan terjadi pada pengemudi saat melakukan perjalanan.

Jika berhasil, langkah selanjutnya yang akan dilakukan tim ini adalah membuat sensor kinerja jantung dan akan diinstal langsung di mobil. Nantinya, begitu sensor membaca gerak jantung sang pengemudi dan memiliki potensi akan mengalami serangan jantung saat sedang berkendara, secara otomatis mobil akan memeberikan peringatan.

Menariknya, jika pengemudi tidak merespon peringatan yang diberikan, maka dengan sendirinya atau secara otmatis mobil akan menepi. Tak hanya itu, mobil kemudian bisa menghubungi pihak berwenang untuk meminta bantuan medis bagi pengemudi.

Toyota Collaborative Safety research tidak sendiri dalam mengembangankan fitur yang tergolong rumit ini. Mereka bekerjasama dengan laboratorium Biomedis dan Informatika Universitas Michigan. Dan ternyata pengembangan yang dilakukan untuk alat ini sudah dilakukan selama 3 tahun.

Menurut Gunaratne, saat ini pengembangan fitur deteksi serangan jantung sedang dalam fase akhir penelitian. Hasilnya sendiri Ia sebut cukup menjanjikan atau banyak mendapatkan kemajuan yang positif.

Setelah fase ini, pada penelitian selanjutnya tim ini akan mencari cara untuk mengumpulkan data pengemudi melaui perakang non-wearable. Sensor yang sedang mereka kembangkan akan ditempatkan di mobil. Dan ini termasuk respon analisa melalui sentuhan bahkan pemantauan tanpa kontak.

Terakhir, sayangnya tim pimpinan Gunaratne tidak memberitahu kapan kira-kira fitur pendeteksi serangan jantung pada pengemudi ini siap. Hal ini karena begitu rumit dan kompleksnya fitur, masih harus melewati tahap demi tahap penelitian untuk bisa benar-banar sempurna sebelum diinstal di model-model Toyota di masa depan.

Toyota Kembangkan Fitur Deteksi Serangan Jantung Saat Berkendara
Untuk diketahui, pabrikan mobil Ford pernah mengembangkan pendeteksi serangan jantung pada pengendara. Bekerjasama dengan Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule (RWTH) Aachen University, Ford coba mengembangkan sensor yang terletak di kursi.

Pengembangan ini dimumkan 6 tahun lalu dan kalo itu Ford sangat perhatian pada data Centers for Disease Control (CDC) yang mencatat ada sekitar 715.000 laporan serangan jantung setiap tahun di Amerika Serikat. Data ini cukup banyak dan jika serangan jantung terjadi di jalan, kemungkinan tipis untuk menghindari kecelakaan.

Ada enam sensor tersebut menyatu dengan kursi pengendara. Sensor-sensor tersebut mampu pendeteksi detak jantung bila pengemudi merasa kelelahan atau dalam tekanan. 

Nah, jika sensor mendeteksi adanya serangan jantung, maka alat tersebut akan memperingati pengendara agar segera menepi. Sayangya hingga saat ini belum ada lagi berita tentang pengembangan fitur ini terutama masalah aplikasinya. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar