Toyota Uji Penggunaan Teknologi Augmented-Reality untuk Bikin Mobil

Berita Otomotif

Toyota Uji Penggunaan Teknologi Augmented-Reality untuk Bikin Mobil

TOKYO – Toyota menjadi pabrikan otomotif terakhir yang diketahui mencoba penggunaan teknologi augmented-reality (AR) dalam proses pembuatan mobil.

Jumlah perusahaan otomotif yang menggunakan teknologi tersebut, seperti diwartakan CNN baru-baru ini, terus bertambah. Sebelumnya sudah ada Ford, produsen truk Paccar, serta Daimler yang belum lama dilaporkan membeli lebih dari 100 perangkat AR milik Microsoft yaitu HoloLens untuk melatih para mekanik dengan model tiga dimensi kendaraan atau komponen.

Toyota sendiri menggunakan HoloLens di markas mereka di prefektur Aichi. Koichi Kayano, Project Manager Toyota Motor Corporation, menjajal teknologi AR untuk mengerjakan beragam tugas seperti mempercepat proses pengukuran ketebalan cat kendaraan serta pelindung anti karat demi memastikan konsistensi warna dan mencegah korosi.

Proses tersebut biasanya memerlukan dua orang pekerja dan memakan waktu seharian. Namun, teknologi AR memangkasnya menjadi empat jam saja, dengan satu orang pekerja.

“Pengerjaannya sangat cepat, tinggal memakai HoloLens dan melihat poin-poin pengukuran yang diproyeksikan secara virtual di kendaraan. Waktu persiapannya terbilang instan,” ujar Kayano.

Toyota menggunakan pula perangkat yang sama untuk memvisualisasikan tata letak mesin baru di pabrik. Dengan penampakan virtual mesin secara tiga dimesi, mereka dapat mengetahui di mana mesin itu dapat diletakkan. Mereka pun memakainya untuk mengetahui apakah kendaraan berdimensi besar dapat muat dalam sebuah gedung.

Sayangnya, salah satu  pabrikan terbesar dunia ini menolak memberitahu berapa unit perangkat HoloLens yang mereka beli. Kendati begitu, Microsoft mengonfirmasi bahwa Toyota memang membeli produk mereka, baik secara langsung maupun melalui pemasok.

Toyota menegaskan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pengujian untuk teknologi AR di pabrik. Namun, sejauh ini, penggunaannya dianggap membantu riset serta pengembangan calon model-model baru di masa depan.

Penggunaan teknologi AR saat ini bukan tanpa tantangan. Harga perangkat masih terbilang mahal.

Sebagai contoh, satu unit HoloLens dibanderol 3.000 – 4.000 dollar AS (Rp 43,82 juta – 58,43 juta). Bobotnya yang mencapai 1,3 pound atau lebih dari 0,5 kg dianggap masih cukup berat untuk dipakai di kepala dalam waktu lama. Selain itu, baterainya barau tahan dua sampai tiga jam dalam penggunaan intens.

Perangkat AR sebenarnya tak hanya HoloLens. Ada pula kompetitor-kompetitornya dari Magic Leap, ODG, Vuzix, Epson. Tapi, sejauh ini, HoloLens dianggap paling memenuhi standar.

Eric Abbruzzese, Analis teknologi AR dan virtual reality (VR) dari ABI Research, menganggap efisiensi waktu serta tenaga kerja yang didapat Toyota ketika melakukan pengukuran ketebalan cat menjadi bukti potensi efisiensi biaya produksi yang bisa mereka raih dengan harga jual perangkat AR.

“Toyota dapat membuat keputusan berdasarkan gambaran yang sangat jelas dan menentukan return of investment-nya,” pikirnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar