Toyota Jadikan Indonesia Basis Manufaktur Global

Berita Otomotif

Toyota Jadikan Indonesia Basis Manufaktur Global

JAKARTA - Toyota berjanji tidak akan menjadikan Indonesia sebagai pasar semata. Karena itu, produksi mobil-mobil "made in Indonesia" pun digenjot.

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengungkapkan kalau mereka telah mencatatkan kinerja positif di sektor penjualan ekspor selama tahun 2015. 

Sesuai dengan target di awal tahun 2015, performa ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota menembus angka 176,700 unit atau meningkat 10% dibandingkan dengan pencapaian di tahun 2014. Kinerja ekspor yang stabil semakin memantapkan posisi Toyota Indonesia sebagai salah satu basis manufaktur otomotif global di kawasan Asia Pasifik. 

“Era perdagangan bebas ini memberikan tantangan dan peluang tersendiri bagi industri otomotif Indonesia terutama Toyota. Peningkatan daya saing menjadi kunci utama untuk menjawab tantangan," kata ungkap Warih Andang Tjahjono, Wakil Presiden Direktur TMMIN.

"Toyota juga akan mengisi peluang di era ini dengan upaya-upaya untuk memperkuat posisi sebagai basis manufaktur otomotif global. Tahun 2016 akan menjadi tahun pemantapan pondasi untuk bisa berlari lebih kencang di tahun-tahun berikutnya,” tambahnya.

Beberapa fokus utama Toyota Indonesia di tahun 2016 adalah memperkuat struktur industri otomotif dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). 

Toyota Indonesia akan melanjutkan upaya dalam memperkuat struktur industri otomotif dengan pendalaman kandungan lokal produk-produknya serta pengembangan pemasok lokal hingga supplier lapis 2 dan 3 terutama industri hulu (upstream industry).

Dalam hal pengembangan SDM, dalam waktu dekat Toyota akan melanjutkan proyek akademi manufaktur otomotif setara Diploma 1 dengan memulai program perkuliahan Toyota Indonesia Academy (TIA) dan membuka satu lagi pusat pelatihan (TMMIN Learning Center/TLC) baru melengkapi  2 TLC yang sudah ada.

Catatan Kinerja 2015
Kinerja ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota tahun 2015 sejumlah 176.700 unit atau meningkat 10% dibandingkan tahun sebelumnya disumbangkan oleh model Vios sebanyak 51.500 unit, Fortuner 42.000 unit, Kijang Innova 14.200 unit serta model lainnya yaitu Yaris, Avanza, Rush, Town Ace/Lite, Agya sebanyak 69.000 unit.

Sementara itu ekspor mesin utuh berbasis bensin sepanjang 2015 mencapai 44.000 unit, sedangkan mesih utuh berbahan bakar etanol sebesar 7.014 unit. Melengkapi kinerja ekspor Toyota, kendaraan terurai (Completely Knock Down/CKD)  mencapai 44.700 unit.

Kinerja eskpor yang positif mengantarkan TMMIN untuk kembali mendapat penghargaan Primanyarta kategori Eksportir Berkinerja untuk ke-6 kalinya dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. 

Tidak hanya itu, kepatuhan TMMIN untuk melaporkan devisa ekspor memperoleh apresiasi dari Bank Indonesia berupa Penghargaan Pelapor Devisa Hasil Ekspor Tebaik tahun 2015. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia kepada perwakilan manajemen TMMIN pada bulan Desember 2015 yang lalu. 

“Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak sehingga TMMIN bisa melewati 2015 dengan baik. Ke depannya kami akan terus berupaya untuk dapat memberikan sumbangsih yang lebih baik lagi bagi perkembangan industri otomotif Indonesia seiring dengan peningkatan ekspektasi publik terhadap kinerja Toyota terutama dalam menghadapi pasar bebas ASEAN,” ujar Warih. [Syu/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Syubhan Akib

Syubhan Akib

Pria berkacamata yang mencintai dunia otomotif dan sangat suka memandang mobil klasik serta mempelajari sejarah otomotif dunia. Kemacetan adalah sahabat, kecepatan adalah kesukaan dan liburan akhir pekan adalah impian.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support