Toyota dan SoftBank Bentuk Perusahaan Baru

Berita Otomotif

Toyota dan SoftBank Bentuk Perusahaan Baru

TOKYO -- Toyota Motor Corp resmi bekerjasama dengan Softbank Corp untuk membuat sebuah perusahaan mobilitas baru.

Perusahaan tersebut akan diberi nama Monet Technologies Corp dengan 50,25 persen saham milik Softbank dan 49,75 persen dimiliki Toyota. Nantinya perusahaan tersebut akan mengembangkan sebuah platform taksi online dengan menggunakan mobil otonom seperti e-Palette.

Sebagai awalan, perusahaan baru tersebut akan memerlukan dana setidaknya sebesar 2 miliar yen dan akan meningkat hingga 10 miliar yen sering dengan berjalannya waktu. Mereka akan melakukan beberapa tahapan agar dapat meraih pasar dengan baik.

Tahap pertama operasi akan dimulai pada tahun 2020 dan mobil toko akan mulai melayani di sekitar Jepang. Tahap kedua akan dilakukan setelah 2020 ketika aturan sudah lebih jelas dan pengembangan akan difokuskan pada e-Palette agar bisa melakukan beberapa pekerjaan untuk seperti mengim makanan serta barang kesehatan ke daerah terpencil.

Pada fase awal, pengembangan akan fokus pada Jepang, tetap layanan tersebut diharapkan bisa diperluas hingga keluar negeri. Monet akan mulai dari 30 karyawan dari Toyota dan Softbank yang dipimpin oleh Junichi Miyakawa, Chief Technology Officer Softbank.

“Softbank dan produsen otomotif tidak akan bisa mengerjakan semuanya sendiri. Akan lebih baik bila kita bekerjasama. Kami percaya bahwa kami bisa mengejar ketertinggalan dalam beberapa waktu ke depan,” ungkap Miyakawa.

Monet akan memanfaatkan Toyota e-Palette yang ditampilkan pada Consumer Electronics Show 2017 lalu di Las Vegas. Mobil ini sepenuhnya otonom dan bertenaga listrik. Bentuknya mengkotak serta dilengkapi delapan roda. Wujudnya sangat cocok untuk dijadikan sebagai toko berjalan.

Senada dengan itu, Shigeki Tomoyama, Toyota Executive Vice President mengaku bahwa Toyota memang berencana untuk menjual Toyota e-Palette sekitar 2023. Ia pun menjelaskan bahwa Monet tidak akan menjadi pengembang mobil otonom namun merupakan perusahaan yang memanfaatkan teknologinya.

“Pelanggan retail normal bukanlah target utama kami,” pungkasnya.

Kedua perusahaan ini memang tampaknya memiliki visi yang sama. Toyota di satu sisi mendukung dunia di mana orang akan membeli lebih sedikit mobil pribadi dan perusahaan akan mencari mobilitas baru serta kendaraan otonom untuk mendapatkan pemasukan baru. Di sisi lain, Softbank yang merupakan perusahaan telekomunikasi dan media Jepang yang bergerak dalam penyediaan beberapa jasa seperti Internet, telekomunikasi seluler serta keuangan ini melihat bahwa mobil otonom merupakan kendaraan masa depan. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar