Toyota Calya Hancur Setelah Tabrak Kereta, Beruntung Tak Ada Korban Jiwa

Berita Otomotif

Toyota Calya Hancur Setelah Tabrak Kereta, Beruntung Tak Ada Korban Jiwa

BLITAR – Toyota Calya menabrak Kereta Api Matarmaja di sebuah perlintasan tanpa palang pintu di Jalan Kolonel Sugiono, Blitar Jawa Timur.

Dalam kecelakaan tersebut, seluruh penumpang dikabarkan selamat meski mobil mengalami rusak para. Korban dikabarkan hanya mengalami cedera namun saat di evakuasi ke Rumah Sakit, seluruh korban dalam kondisi sadar.

Peristiwa kecelakaan kereta ini terjadi saat KA Matarmaja berloko 117 berjalan dari arah utara ke selatan atau dari Malang menuju Blitar. Kesaksian Jamal warga setempat mengaku sekitar pukul 10.40 WIB, mobil Toyota Calya nopol B 1040 EOT berjalan dari arah timur ke barat.

“Sirine sama lampu palangan ini sering error. Kadang kereta lewat tidak bunyi. Seperti ini tadi, tidak ada suara sirine tiba-tiba brak…bunyi benturan keras. Saya lari keluar. Ada lima penumpangnya. Dua wanita, tiga pria. Lukanya paling parah, anak lelaki yang posisi duduknya di belakang tengah,” ungkap Jamal saksi mata kecelakaan tersebut.

Umumnya kecelakaan yang melibatkan kereta api saat sedang melintas akan menyebabkan adanya korban jiwa. Dalam kecelakaan ini meski mobil mengalami kerusakan parah, namun mengetahui bahwa seluruh korban selamat merupakan sebuah keberuntungan luar biasa.

Toyota Calya

Toyota Calya sendiri sebenarnya sudah dilengkapi dengan beragam fitur keselamatan yang cukup menarik untuk kendaraan sekelasnya. Hal ini dibuktikan dengan diraihnya empat bintang pada crash test dari ASEAN NCAP.

Fitur-fitur keselamatan tersebut diantaranya adalah Rear Parking Sensor, Immobilizer Key, dual SRS Airbag, ISOFIX , Anti-Theft System serta adanya EBD (Electronic Brake Force Distribution) dan ABS (Anti-lock Braking System). Kombinasi rem ini diklaim mampu mengurangi risiko terjadinya kecelakaan.

Selain itu, Toyota juga telah dilengkapi dengan beberapa fitur keselamatan pasif. Salah satunya adalah dual airbang untuk pengemudi dan penumpang depan. Seat belt juga sudah disematkan tujuh titik yang diharapkan bisa mengurangi risiko dari kecelakaan.

Namun tentunya semua fitur keselamatan tersebut hanya bersifat untuk mengurangi risiko dari kecelakaan. Pengemudi tetap harus berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas agar tidak mengalami kejadian yang tidak diinginkan. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar