Nissan Sudah Mau Jual Mobil Listrik di Indonesia, Toyota Masih Fokus Hybrid

Berita Otomotif

Nissan Sudah Mau Jual Mobil Listrik di Indonesia, Toyota Masih Fokus Hybrid

JAKARTA - Nissan sudah memastikan bakal mendatangkan mobil listrik murni Leaf ke Indonesia tahun depan. Toyota punya sikap berbeda dan ingin fokus dulu di mobil-mobil hybrid.

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT. Toyota Astra Motor (TAM), mengatakan mobil hybrid akan menjadi sasaran awal mereka. Ini dilakukan dengan melihat kondisi pasar.

“Hybrid itu bisa dibilang dapat dijual, diservis, dan dipakai konsumen di sini dengan lebih cepat dan lebih mudah,” tandasnya usai peluncuran C-HR hybrid, akhir April di Jakarta.

Sekadar mengingatkan, C-HR hybrid hingga saat ini menjadi mobil berbahan bakar alternatif termurah Toyota di Tanah Air dengan harga mulai Rp 523 juta on-the-road Jakarta setelah sebelumnya ada Prius hybrid, Camry hybrid, serta Alphard hybrid. Pabrikan asal Jepang ini sempat pula mengatakan rencana merilis model hybrid lain tahun ini, juga model hybrid murah pada masa mendatang.

Anton, ketika diwawancarai dalam pertemuan selanjutnya, kemudian mengaku Toyota belum mempunyai perencanaan waktu peluncuran mobil listrik murni di negeri ini. Di sisi lain, dalam lingkup global, salah satu merek roda empat terlaris sejagad raya itu, bertindak lebih agresif.

“Tahun depan Toyota akan memiliki 10 model mobil listrik murni secara global,” tandasnya pascaacara Buka Puasa Bersama di Jakarta pada awal Mei.

Salah satu model tersebut adalah C-HR listrik yang belum lama resmi meluncur. Sayangnya, model ini baru dipastikan masuk ke China.

“Di sana pasarnya lebih siap,” terang Anton.

Tunggu Peraturan
Toyota, menurut Anton, melihat konsumen maupun infrastruktur Indonesia belum siap untuk mobil listrik murni. Mereka ingin pula menunggu detail regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) dari pemerintah terlebih dahulu.

Sebagai informasi, aturan yang antara lain berisi insentif-insentif untuk mobil hybrid dan listrik murni itu sedang disusun dan awalnya diperkirakan terbit April, tapi sampai sekarang belum juga muncul. Melalui peraturan tersebut, pemerintah juga meminta pabrikan-pabrikan otomotif merakit lokal mobil ramah lingkungan mereka dalam jangka waktu tertentu. Pada 2025, produksi hybrid maupun listrik murni ditargetkan 20 persen dari total volume.

Toyota menantikan poin-poin seperti masa transisi yang diberikan oleh regulator.

“Peraturan transisinya seperti apa, lalu peraturan produksinya sendiri seperti apa sebagai dasar kami memutuskan. Ini karena kan harus memutuskan dulu untuk investasi baterai misalnya. Itu enggak bisa cepat karena butuh persiapan untuk baterai, model baru, dan lain-lain,” tutup dia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support