Tommy Soeharto Kritisi Mobnas Jokowi

Berita Otomotif

Tommy Soeharto Kritisi Mobnas Jokowi

JAKARTA - Keputusan Presiden Joko Widodo menyaksikan langsung proses penandatanganan kerja sama PT Adiperkasa Citra Lestari dengan Proton di Kuala Lumpur, Malaysia, dikritisi oleh Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto.

Pasalnya, saat menjabat Walikota Surakarta, Jokowi sempat sesumbar ingin menjadikan Esemka sebagai Mobil Nasional (Mobnas) yang sukses. Namun belum kunjung terbukti. Jokowi malah mendukung Proton menjadi mobil nasional di Indonesia.

Lantas, Tommy menyebutkan jika Mobnas tidak akan pernah terwujud di Indonesia. Dia juga mengingatkan jangan sampai arti Mobnas melenceng menjadi "Mobil Bohong Nasional."

Kritikan pedas Tommy Soeharto ini dikutip dari akun Facebook pribadinya dan dilansir PelitaOnline. Berikut kritikan bos PT Humpuss ini.

"jangan sampai arti MOBNAS di salah arti kan menjadi " Mobil Bohong Nasional". Program mobil nasional harusnya meneruskan apa yang sudah mulai di bangun dari awal perjalanan karier sebagai pemimpin, jika ternyata akhirnya menggandeng Proton yang nyatanya telah gagal di negerinya sendri" ini akan terlihat aneh.

Saya yakin masyarakat dan simpatisan bertanya tanya dalam hati kemana mobil yang digadang-gadang mampu mengangkat pamor Seorang Joko widodo. Kenapa setelah sukses kendaraan itu ditinggalkan begitu saja?

Mungkin ini yang disebut efek BIAWAK VS BUAYA, saking serunya tontonan yang sengaja dibuat seru itu, menyebabkan segala tandatangan perjanjian yang diselubungi balas jasa alias balas budi yang harus di awasi masyarakat terlewatkan semua tanpa halangan yang berarti, kali ini yang mendapat giliran pembagian kue hasil membohongi kepolosan masyarakat adalah sang sutradara serial TIPU MENIPU.

Selanjutnya apa lagi?? mungkin saja kembali pada drama perdamaian antara BIAWAK VS BUAYA, atau bisa saja drama episode pertarungan TIPU MENIPU itu akan berlanjut karena masih ada beberapa yang belum mendapatkan bagian dari hasil kebohongan masal itu.

"Biawak dan Buaya itu sama2 hewan yang doyan makan bangkai, jika mereka berseteru tentu saja aroma busuk akan menyebar ke mana-mana"

Apa yang kita saksikan saat ini, tidak lebih hanya skenario pemenuhan janji pada segelintir pendukung drama tentang sebuah kecurangan berbalut kepolosan yang di seting sangat merakyat.

Sangat nyata apa yang terlihat kalau masyarakat tidak termakan rayuan,sangat jelas apa yang di sembunyikan dan apa yang sedang di bagikan, siapa saja penerima hasil jasa kebohongan, siapa saja penikmat nya.

Pendapat saya pemimpin kita saat ini memang baik dan layak memimpin, namun sayang hutang janji dan hutang budi beliau terlalu besar. Untuk itu mungkin para simpatisan yang selama ini selalu membenarkan dengan segala cara haruS menunggu 4 tahun ke depan untuk mendapat perhatian berupa senyum bersahabat, kaos Oblong dan nasi bungkus secukupnya.

Dengan penjelasan saya di atas semoga masyarakat tidak lagi mudah terpengaruh dengan isu-isu sampah yang dihembuskan, soalah meminta rakyat untuk bersabar menanti giliran perhatian penuh, masyarakat harus fokus pada hak-hak yang selama ini dijanjikan dengan berbagai kartu.

apa program2 itu benar pro rakyat bawah atau hanya pro rakyat menengah ke atas, atau bahkan hanya bisa disebut sebagai merek sebuah motor yang tenar di kalangan rakyat menengah ke bawah" [Ikh/Idr]

Foto: Sekretariat Kabinet

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



M Ikhsan

M Ikhsan

Pria ini sangat menyukai dunia otomotif karena sudah menjadi bagian hidupnya sejak kecil. Seperti para jurnalis otomotif lainnya, saya suka‬ pekerjaan yang mendetail dan suka dengan aktivitas outdoor yang penuh tantangan. Impian saya adalah mengoleksi supercar Italia, meski sekarang hanya bisa mengoleksi die cast. Tapi saya percaya suatu saat nanti, satu supercar akan terparkir di garasi rumah. ‎


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual