Tips Mengisi Angin Ban

Panduan Pembeli

Tips Mengisi Angin Ban

KARAWANG - Dalam mengisi angin kendaraan memang tidak bisa sembarangan. Pasalnya, nyawa dari ban ada di anginnya.

Lantas, bagaimanakah cara mengisi angin ban dengan tepat agar dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan? Kami pun menanyakan hal ini pada Deni Arief Pribadi, Technical Manager PT Bridgestone Tire Indonesia.

Periksa Tiap 2 Minggu
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Deni mengatakan bahwa tekanan angin harus diperiksa setiap 2 minggu sekali  untuk menghindari tekanan angin kurang dari  sewajarnya. Sehingga lebih baik untuk memeriksakan ban kendaraan minimal 2 minggu sekali.

Isi angin ketika ban dingin
Kapan untuk mengisi angin yang tepat? Waktu yang tepat adalah saat ban masih dingin. Karena saat itu tekanan angin belum meningkat akibat panas. Dengan demikian tekanan angin masih bisa disamakan dengan tekanan yang sesuai dengan pabrikan. Namun apabila harus melakukan pengisian angin ketika tekanan ban sudah tinggi maka tekanan angin ketika pengisian harus ditingkatkan sekitar 10 hingga 20 persen.

Sesuaikan dengan berat kendaraan
Meski ia mengatakan bahwa untuk memaksimalkan kemampuan ban, tekanan harus sesuai dengan yang direkomendasikan dari pabrikan mobil, namun dalam kondisi tertentu ia menyarankan untuk meningkatkan tekanan udara pada ban. Jika mobil diisi penuh dan bobotnya meningkat jauh, seperti ketika mudik, maka tekanan angin ban sebaiknya dinaikkan sebesar 10 hingga 20 persen. Hal ini agar ban menjadi lebih kuat menopang bobot kendaraan.

Isi dengan nitrogen
Nitrogen dikenal memiliki kemampuan agar tidak terlalu cepat panas. Untuk itu dia merekomendasikan penggunaan nitrogen pada ban. Selain itu, molekul-molekul nitrogen lebih besar ketimbang dengan angin biasa. Jadi nitrogen akan lebih sulit menembus pori-pori ban dan kemungkinan ban bocor atau kekurangan tekanan akan menjadi lebih kecil.

 

Untuk membuat ban menjadi lebih awet, ia pun menyarankan untuk melakukan beberapa hal lain berikut ini

Lakukan rotasi ban
Dia menyarankan untuk menukar posisi ban depan dengan belakang setiap melakukan tune up kendaraan. "Hal ini agar kembang ban memiliki ketebalan sama. Biasanya ban depan akan lebih cepat tipis kembangnya jika dibandingkan dengan ban belakang. Untuk menghindari hal itu maka sebaiknya dilakukan rotasi agar ban bisa lebih awet," ungkapnya.

Periksa kondisi kembang ban 
Selain memastikan tidak ada batu atau paku di ban, pastikan juga kembang ban masih dalam kondisi prima. Jika kembang ban sudah kurang dari 1,6 mm maka ban dapat dikatakan aus dan harus diganti. Jangan gunakan ban aus karena memiliki risiko kecelakaan kecelakaan lebih tinggi. [Adi/Ikh]

Temukan Mobil Baru dan Mobil Bekas

Bergabunglah di Facebook dan Twitter Mobil123.com



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual