Terungkap! Suzuki XL7 dan Ertiga Hybrid akan Dibuat di Indonesia

Berita Otomotif

Terungkap! Suzuki XL7 dan Ertiga Hybrid akan Dibuat di Indonesia

JAKARTA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita membeberkan bahwa Suzuki Ertiga dan XL7 versi mild hybrid rencananya akan diproduksi di Indonesia.

Agus pada 10 – 11 Maret 2021 kemarin melakukan kunjungan kerja ke Jepang. Selama dua hari, dia dan delegasi Indonesia bertemu pemerintah Jepang plus eksekutif dari berbagai korporasi ‘Negeri Matahari Terbit’, termasuk para pembesar pabrikan – pabrikan otomotif.

Selama kunjungan kerja, menteri dari Partai Golkar tersebut melobi pabrikan – pabrikan otomotif untuk menambah investasi dan memperluas ekspor dari Nusantara.

Salah satu di antara yang Agus temui adalah Suzuki Motor Corporation. Dari sana, dia mendapat ‘hadiah’ komitmen investasi tambahan dengan total Rp 1,2 triliun hingga tiga tahun ke depan untuk pengembangan maupun produksi lokal XL7 plus Ertiga mild hybrid.

Suzuki XL7 Versi Mild Hybrid akan Diproduksi di Indonesia

Sebelumnya, pungkas Agus, pemerintah memberitahukan kepada Suzuki rencana revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019 mengenai insentif bagi kendaraan listrik.

“Ertiga dan XL7 itu nanti basisnya ISG (Integrated Starter Generator—Red). Itu juga hampir sama dengan mild hybrid,” ucap dia dalam konferensi pers virtual di hari kedua kunjungan kerja.

Agus kemudian menyinggung rencana ekspor Ertiga serta XL7 mild hybrid buatan Nusantara ke luar negeri.

“Model – model yang dikembangkan ini akan menjadi model untuk tujuan ekspor di pasar Asia dan juga Latin Amerika,” tegas Agus.

Suzuki Ertiga Mild Hybrid akan Diproduksi di Indonesia

Sekadar mengingatkan, pemerintah ingin mendorong terciptanya pasar plus industri kendaraan listrik. Misi bernama Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) tersebut diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019.

Adapun PP Nomor 73 Tahun 2019 merupakan salah satu aturan turunannya. Insentif-insentif di dalamnya mulai berlaku pada Oktober 2021 mendatang untuk kendaraan berteknologi hybrid, plug-in hybrid (PHEV), plus 100 persen baterai.

Pada 2025, ditargetkan 20 persen kendaraan yang diproduksi lokal adalah hybrid, PHEV, maupun 100 persen baterai. Ini berlaku bagi sepeda motor maupun mobil.

Pada tahun yang sama pemerintah juga menargetkan punya 2.400 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Saat ini, jumlahnya baru 101 SPKLU. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar