Terungkap, Alasan Toyota Larang Konsumen Jual Lagi Land Cruiser 300

Berita Otomotif

Terungkap, Alasan Toyota Larang Konsumen Jual Lagi Land Cruiser 300

TOKYO – Toyota tak hanya mengonfirmasi laporan yang menyebut mereka melarang pembeli Land Cruiser 300 menjualnya lagi. Toyota pun membeberkan alasan sebenarnya.

Larangan tersebut menurut laporan media-media Jepang berlaku bagi konsumen di negara itu. Jangka waktu perjanjian adalah setahun pasca membeli Land Cruiser 300.

Laporan-laporan yang beredar menyinggung dua dugaan alasan.

Pertama, SUV ini terdeteksi oleh dunia internasional—termasuk Amerika Serikat—dipakai kelompok teroris Timur Tengah lewat ‘jalur tak resmi’.

Dugaan alasan kedua adalah demi mencegah aksi ‘pedagang’ yang menjualnya lagi dengan harga lebih tinggi, memanfaatkan permintaan yang melebihi suplai.

Sejak meluncur pada Juni 2021, pemesanan Land Cruiser 300 mencapai lebih dari 22 ribu unit hingga Toyota untuk sementara tak menerima order lagi.

Toyota Motor Corporation, seperti dikutip dari Motor1, akhirnya memutuskan buka suara. Dengan bahasa sangat diplomatis, mereka menjelaskan kebijakan tersebut bertujuan mencegah penyalahgunaan Land Cruiser 300 di luar negeri.

Toyota Land Cruiser 300

Pernyataan diawali penjelasan bahwa mereka dan jaringan diler ‘akan meneruskan hubungan bertanggungjawab dengan konsumen termasuk dalam aspek layanan purnajual, demi melindungi keselamatan dan keamanan kosumen.

“Sebagai kelanjutan dari itu, Land Cruiser merupakan model yang populer di luar negeri dan kami khawatir terhadap ‘perjalanan’ kendaraan ini dari Jepang ke luar negeri setelah penjualannya di diler. Pun mengenai kemungkinan unit diekspor ke region-region dengan regulasi keamanan tertentu,” tukas Toyota.

“Kami juga mewaspadai berkembangnya situasi di mana diler Toyota kemudian diinvestigasi akibat kecurigaan keterlibatan pelanggaran Foreign Exchange and Foreign Trade Law (Foreign Exchange Law). Kejadian ini bakal menjadi problem besar tak hanya bagi diler terkait tapi juga seluruh diler Toyota maupun Toyota Motor Corporation,” lanjut mereka.

Toyota Land Cruiser 300

Toyota Motor Corporation selaku pabrikan telah memperingatkan seluruh diler mereka di ‘Negeri Matahari Terbit’ mengenai hal tersebut. Perjanjian yang melarang konsumen menjualnya lagi didasarkan atas kondisi global terkini dan karakteristik yang dimiliki Land Cruiser.

Kompetitor Volkswagen Group serta General Motors di pasar otomotif global ini percaya, kebijakan mereka tidak melanggar Hukum Anti-Monopoli.

“Toyota Motor Corporation akan terus memberikan produk yang baik melalui jaringan diler dan distributor di seluruh dunia sembari mematuhi hukum dan regulasi di tiap negara. Kami meminta pengertian Anda mengenai permasalahan ini,” tutup mereka. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar