Tertarik Beli Suzuki Ignis? Ketahui Dulu Kelebihan dan Kekurangan City Car Ini

Panduan Pembeli

Tertarik Beli Suzuki Ignis? Ketahui Dulu Kelebihan dan Kekurangan City Car Ini

Desain eksterior menjadi salah satu dari beberapa kelebihan Suzuki Ignis. Namun, seperti juga kendaraan lain, ada kekurangan - kekurangan pada Suzuki Ignis yang patut menjadi pertimbangan sebelum membeli.

Suzuki merupakan pabrikan otomotif yang punya spesialisasi dalam membuat mobil – mobil kompak. Kompetitor mereka di industri yang juga memiliki keahilian sama antara lain adalah Daihatsu.

Mobil – mobil kompak Suzuki pun juga terlihat di pasar roda empat Tanah Air. Salah satunya adalah Ignis.

Model ini menjadi opsi yang bisa dibeli konsumen Nusantara untuk segmen city car. Lantas, apa saja, sih, kelebihan dan kekurangan Ignis?

Dalam artikel kali ini, Mobil123.com akan mengulas model yang baru mendapatkan penyegaran (facelift) pada April 2020 tersebut dari berbagai sisi untuk Anda.

Harga Suzuki Ignis 2021

Suzuki Ignis 2021

Pada 2021, pemerintah memberikan insentif alias diskon PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) bagi sebagian mobil – mobil 1.500 cc ke bawah maupun 1.501 – 2.500 cc. Namun, peminat Ignis tak bisa mengharapkannya karena model satu ini tidak ada dalam daftar penerima insentif.

Pasalnya, Ignis tidak memenuhi persyaratan nomor satu dari pemerintah untuk mendapatkan stimulus tersebut yakni sudah dirakit secara lokal. City car andalan Suzuki ini memang masih diimpor utuh (Completely Built Up/CBU) dari India.

Harganya pun, oleh karena itu, tidak turun seperti puluhan model dari berbagai segmen yang lain. Adapun jumlah tipe Ignis kini berjumlah empat (GL MT, GL AGS, GX MT, GX AGS).

Adapun rentang harganya dari Rp170 jutaan sampai sedikit di atas Rp200 juta. Berikut ini adalah daftar harga Ignis ketika berita ini dinaikkan pada Juni 2021, seperti dikutip dari situs resmi Suzuki Indonesia.

Banderol yang tertera adalah untuk on the road (OTR) Jakarta dan sekitarnya:

  • Ignis GL MT Rp175,5 juta
  • Ignis GL AGS Rp185,5 juta
  • Ignis GX MT Rp194,5 juta
  • Ignis GX AGS Rp204,5 juta

Siapa Saja City Car Pesaing Suzuki Ignis?

Ada baiknya mengetahui model – model di segmen yang sama dengan Ignis agar lebih mempunyai gambaran awal mengenai kondisi persaingan terkini di segmen terkait. Segmen city car non-LCGC (low cost green car) sendiri diisi hanya oleh beberapa model, karena pasarnya yang masih relatif kecil di Indonesia.

Kebanyakan konsumen city car lebih melirik model – model LCGC (segmen khusus dengan insentif pajak pemerintah) yang lebih murah.

Jumlah kompetitor Ignis pun semakin sedikit. Mitsubishi Mirage dan Nissan March, contohnya, yang didiskontinyu penjualannya oleh pabrikan masing – masing karena penjualan yang tidak memenuhi ekspektasi.

Inilah daftar para pesaing tersisa bagi Ignis di segmen city car non-LCGC Indonesia beserta harga masing – masing per Juni 2021, seperti dikutip dari situs resmi merek terkait:

Daihatsu Sirion

Daihatsu Sirion

Sama seperti Ignis, Sirion juga mendapatkan penyegaran yang bersifat facelift pada awal 2020. Malahan, Sirion model terkini hadir sebulan lebih cepat, tepatnya pada Maret.

Sirion juga tidak memenuhi syarat mendapatkan insentif PPnBM pada 2021 karena masih CBU Malaysia. Daftar harga Sirion on the road Jakarta Juni 2021:

  • Sirion STD MT Rp201,750 juta
  • Sirion STD AT Rp216,5 juta

Honda Brio

Honda Brio

Varian Honda Brio generasi kedua, pada Februari 2021, bertambah dengan kehadiran Urbanite. Ini membuat rentang pilihan model tersebut makin lebar saja karena Brio pun punya tipe yang masuk dalam segmen city car LCGC.

Brio generasi kedua sendiri sudah bertahan dua tahun, sejak menjalani debut global dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018.

Keuntungan Brio lainnya adalah varian yang non-LCGC (bernama Brio RS) pun sedang mendapatkan insentif PPnBM. Banderolnya akhirnya turun.

Berikut harga Brio LCGC (dinamakan Brio Satya) hingga yang non-LCGC untuk on the road Jakarta per Juni 2021, pada masa diskon PPnBM sebanyak 50 persen:

  • Brio Satya S MT Rp151,4 juta
  • Brio Satya E MT Rp160,4 juta
  • Brio Satya E CVT Rp175,4 juta
  • Brio RS MT Rp184,9 juta
  • Brio RS CVT Rp200,3 juta
  • Brio RS Urbanite MT Rp190,9 juta
  • Brio RS Urbanite CVT Rp205,8 juta

Kelebihan dan Kekurangan Suzuki Ignis

Suzuki Ignis Facelift

Keunggulan Suzuki Ignis

  • Desain Berkesan SUV

SUV saat ini makin menjadi tren di Indonesia, menurut keterangan dari berbagai eksekutif agen pemegang merek. Makin banyak konsumen di Tanah Air yang melirik SUV sebagai mobil pertama atau pun mobil tambahan mereka.

Ini sejalan dengan tren SUV yang terjadi pula di pasar otomotif global.

Karena itulah, desain yang amat berkesan SUV atau crossover meskipun sebenarnya sebuah city car menjadi keunggulan paling utama dari Ignis. Tampilan eksterior Ignis sesuai dengan arah tren di pasar.

Apalagi, jika melihat para kompetitornya, tidak ada yang mengusung kelebihan seperti ini. Desain dengan aura crossover juga mengeluarkan aura maskulin yang lebih bagi para penggunanya. Bentuk grilnya yang menimbulkan kesan galak ditambah lagi dengan garis – garis desain nan tajam. Ada pula pelengkap berupa tiga garis serupa sirip hiu pada bagian samping-belakang.

  • City Car Non-LCGC Paling Murah

Seperti bisa dilihat dari daftar harganya, Ignis merupakan pilihan paling terjangkau di antara deretan city car non-LCGC yang lain. Rentang banderolnya Rp170 jutaan sampai Rp204 juta.

Sirion kini Rp201 juta dan 216 jutaan. Brio RS, meskipun sudah mendapatkan insentif PPnBM, masih memiliki rentang harga di atas Ignis yakni Rp184,9 juta sampai dengan Rp205,8 juta.

Yang bisa menandingi Ignis secara harga hanyalah model – model city car LCGC. Sebagai informasi saja, Daihatsu Ayla yang merupakan salah satu di antaranya mempunyai tipe termurah seharga Rp101 jutaan per Juni 2021.

  • Konsumsi BBM Irit

Sebagai mobil berukuran kompak yang mengusung mesin bensin berkapasitas kecil (1.2-liter, 4 silinder, 16 valve), konsumsi BBM Ignis bisa sangat efisien. Berdasarkan penelusuran Mobil123.com dari berbagai pemberitaan, tingkat keiritannya memiliki potensi untuk mencapai sekitar 17 – 18 km per liter. Akan tetapi, tentu saja, persoalan ini juga amat tergantung dari gaya mengemudi orang di balik setir.

  • Fitur – fitur Mencukupi

Meski murah, fitur – fitur Ignis mencukupi. Untuk keselamatan, misalnya, ada Dual SRS Airbag, sistem pengereman ABS+EBD, ISOFIX, bodi HEARTECH. Untuk kenyamanan, ada Power Outlet 12V/120W, Keyless Entry plus Start/Stop Engine Button, Auto Climate AC with Heater, Head Unit Touchscreen, Bluetooth Phone Connection (tergantung varian).

Kekurangan Suzuki Ignis

  • Transmisi AGS Tak Umum di Indonesia

Transmisi AGS (Automated Gear Shift/manual yang diotomasikan) masih kurang umum di Indonesia. Karena itulah, pengemudi butuh menyesuaikan diri terlebih dahulu dengan berbagai hal. Salah satunya dengan ketiadaan mode P (Parkir) seperti pada transmisi otomatis kebanyakan.

  • Akselerasi Tipe Bertransmisi AGS Lambat

Meski pastinya lebih memudahkan dibandingkan transmisi manual, perbedaan akselerasi pada tipe bertransmisi AGS dari Ignis amat terasa. Karena itulah, Anda yang memiliki karakter mengemudi agresif rasanya tidak akan cocok dengan Ignis AGS.

  • Rekam Jejak Diskontinyu Mobil Impor Suzuki

Dibandingkan Honda apalagi Daihatsu, Suzuki punya rekam jejak menyetop penjualan mobil di Indonesia yang relatif banyak untuk mobil impor dalam satu dekade terakhir. Contohnya Suzuki Swift, Suzuki Splash, dan Suzuki Celerio.

Meski purnajual tetap dijamin dalam jangka waktu tertentu, Ini tentu bisa menimbulkan kekhawatiran bagi calon pembeli Ignis yang masih diimpor dari India.

Kesimpulan

Layaknya semua mobil di pasar, Ignis punya kelebihan dan kekurangan. City car ini punya aura SUV, irit, dengan daftar fitur yang pas. Sayang, masih ada PR soal edukasi transmisi AGS-nya ke konsumen dan Suzuki juga punya rekam jejak yang tak terlalu gemilang untuk model – model impor. Namun, secara umum, Ignis bisa menjadi pilihan bagi peminat city car dengan anggaran relatif terbatas tapi tetap ingin keren. [Xan/Had]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar