Terjadi Penurunan Jumlah Pelanggaran Lalu Lintas di Awal Operasi Patuh 2020

Berita Otomotif

Terjadi Penurunan Jumlah Pelanggaran Lalu Lintas di Awal Operasi Patuh 2020

JAKARTA – Korlantas Polri mengklaim bahwa terjadi penurunan jumlah pelanggaran pada Operasi Patuh 2020 dibandingkan dengan operasi serupa tahun lalu.

Hal ini disampaikan oleh Brigjen Pol Awi Setiyono, S.I.K.,M.HUM, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri dalam konfrensi pers tanggal 27 Juli 2020. Tak tanggung-tanggung, penurunannya cukup signifikan hingga 33%.

“Korlantas Polri mencatat, pada hari keempat Operasi Patuh 2019 terdapat 32.498 pelanggaran. Jumlah itu lebih besar ketimbang hari keempat Operasi patuh 2020 yang sebanyak 21.740 pelanggaran. Maka terjadi penurunan sebesar 10.758 pelanggaran atau 33%,” ungkapnya.

Penurunan pelanggaran diikuti dengan sedikitnya jumlah tilang yang diberikan kepada masyarakat selama empat hari pelaksanaan Operasi Patuh. Sejauh ini, baru 8.962 pelanggaran yang dikenakan sanksi tilang.

“Pada hari keempat tahun 2019, tercatat ada 22.942 tilang. Sedangkan pada hari keempat tahun 2020 ada 8.962 pelanggaran yang dikenakan sanksi tilang. Maka ini terjadi penurunan sebesar 13.980 atau 61%,” ungkapnya.

Namun hal sebaliknya terjadi pada pelanggaran yang kenai sanksi teguran. Pada hari keempat tahun 2019 terjadi 9.556 teguran sementara hari keempat tahun 2020 terjadi 12.778 teguran. Maka terjadi peningkatan sebanyak 3.222 atau 34%

Hasil ini akan dievaluasi oleh Kepolisian mengingat penurunan pelanggaran lalu lintas dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kesadaran masyarakat dan aktif tidaknya anggota di lapangan. Evaluasi tersebut diharapkan bisa menjadi acuran operasi berikutnya.

“Angka penurunan pelanggaran dipengaruhi beberapa faktor dan ini yang dianalisa. Faktor pertama penurunan pelanggan bisa dari masyarakat yang sudah tertib. Atau yang kedua adalah aktivitas petugas, dan ukurannya adalah pelanggaran tilang. Tentunya semakin rajin anggota menilang maka angka pelanggaran akan terpengaruh,” tegasnya.

Polda Metro Jaya

Sementara itu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah berhasil melakukan penindakan terhadap 1.625 pelanggar. Selain melakukan penindakan, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga melakukan teguran terhadap beberapa pelanggaran. Sedikitnya ada 2.941 teguran terhadap mereka yang melanggar aturan lalu lintas.

“Jumlah penindakan tilang sejumlah 1.625 dan sejumlah 2.941 teguran,” jelas AKBP Fahri Siregar, Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya.

Dari jumlah tersebut, pengendara sepeda motor mendominasi pelanggaran lalu linta, khususnya melawan arus yang mencapai 449 kasus. Sedangkan untuk wilayah yang paling banyak terjadi pelanggaran lalu lintas yaitu di wilayah Jakarta Pusat dan Tangerang Selatan.

AKBP Fahri Siregar menjelaskan, dalam operasi ini lebih memfokuskan terhadap lima jenis pelanggaran lalu lintas diantaranya yaitu yang pertama melawan arus lalu lintas. Kedua melanggar marka stop line. Ketiga penumpang dan pengemudi tidak menggunakan helm SNI. Keempat melintas bahu jalan tol. Kelima, menggunakan rotator dan sirine tidak sesuai ketentuan. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar