Terbongkar, Alasan Avanza-Xenia Terbaru Berpenggerak Roda Depan & Mirip SUV

Berita Otomotif

Terbongkar, Alasan Avanza-Xenia Terbaru Berpenggerak Roda Depan & Mirip SUV

TANGERANG – All New Toyota Avanza dan All New Daihatsu Xenia berubah radikal, baik secara desain maupun teknis. Salah satu perombakan besar ada pada sistem penggerak roda.

All New Avanza meluncur di Indonesia pada 10 November 2021, melalui seremoni yang diadakan secara virtual. Pada generasi terbarunya ini, Avanza dan Veloz—yang tadinya merupakan varian termewah—dipisahkan menjadi dua merek berbeda.

Harga on the road (OTR) Jakarta All New Avanza Rp206,2-264,4 juta. Adapun All New Veloz Rp251,2-291,5 juta.

Lalu, All New Xenia menyusul sehari setelahnya, melalui seremoni peluncuran yang diadakan pada hari pertama Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021, 11 November kemarin di Serpong, Tangerang.

Banderol OTR Jakartanya Rp190,9-244,2 juta.

Research and Development Product Planning Division Head PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosjadi, di sela-sela pameran yang berlangsung hingga 21 November mendatang itu, menjelaskan kalau Avanza-Xenia generasi ketiga untuk pasar domestik dikembangkan oleh ADM.

Regional Chief Engineer Daihatsu Motor Corporation Meddy Hamdhani kemudian menerangkan riset dan pengembangan kedua model mereka lakukan sejak 2018.

Perombakan sistem penggerak roda belakang (Rear Wheel Drive/RWD) menjadi penggerak roda depan (Front Wheel Drive/FWD) dilakukan karena alasan kenyamanan dan kondisi infrastruktur yang sudah jauh lebih baik.

All New Daihatsu Xenia

“Kami melihat kondisi di Indonesia infrastrukturnya sudah sangat baik dan konsumen-konsumen kami butuh kenyamanan lebih baik dari yang sebelumnya. Dari situ, akhirnya dikembangkan menjadi FWD,” tukas Meddy.

Marketing Director PT. Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy, dalam konferensi pers virtual peluncuran All New Avanza, mengatakan pertimbangan transisi RWD ke FWD cukup beragam.

All New Toyota Avanza

“Banyak sekali yang menjadi pertimbangannya, mulai dari masalah infrastruktur yang sudah mulai membaik, kondisi jalan di Indonesia, kemudian soal platform yang sama sekali baru dengan tujuan lebih ringan, lebih ekonomis, lebih irit dan harus bisa memenuhi pajak emisi terbaru juga,” tandas dia menyinggung tarif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) kendaraan yang kini antara lain berbasis pada produksi karbon dioksida.

Mengenai perubahan desain yang kini mirip SUV, Anton menjelaskan bahwa mereka mengikuti tren serta kebutuhan.

“Banyak konsumen yang butuh utiliy MPV tapi desainya berorientasi pada SUV. Berdasarkan survei kami, ini dibutuhkan,” pungkas dia. [Xan]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar