Tata Nano akan "Disuntik Mati"

Berita Otomotif

Tata Nano akan

NEW DELHI – Tata Nano, mobil termurah sejagat ternyata akan dihentikan produksinya pada tahun 2020.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2008, Tata Nano sempat menjadi salah satu solusi bagi mereka yang ingin membeli mobil pertama dengan harga murah. Sayangnya setelah 10 tahun bertahan, Tata Nano kehilangan pelanggannya.

Ketika pertama kali dikenalkan, Tata Nano hanya dijual dengan harga 28,756 juta (kurs Rp 14.378). Murahnya harga tersebut bisa dicapai berkat cerdasnya orang India dalam melakukan rekayasa kendaraan dan pengurangan biaya produksi.

Pada tahun 2015, Tata Nano mendapat peningkatan sehingga harganya melonjak menjadi sekitar $ 3.125 atau setara Rp 44, 932 juta (kurs Rp 14.378). Ketika itu, Tata Motors memberi nama Tata Nano GenX.

Tata Nano Genx telah mendapat sejumlah peningkatan dengan penambahan beberapa fitur hiburan seperti Bluetooth, USB dan auxiliary ports. Selain itu, Tata Motors juga menambah kapasitas bagasi serta power-assisted steering untuk meningkatkan kenyamanan. Semua fitur tersebut membuat harga meningkat tajam namun tetap saja masih paling murah di dunia.

Sayangnya, Tata Nano tidak memiliki reputasi yang baik di mata masyarakat. Hal ini karena image Tata Nano yang diragukan tingkat keselamatannya. Padahal, konsumen tidak hanya menginginkan mobil murah melainkan mobil terbaik untuk dirinya.

Puncaknya adalah pada bulan Juni lalu. Tata Nano hanya diproduksi sebanyak satu unit saja padahal di bulan Juni 2017, Tata Motors masih memproduksi sebanyak 275 unit. Tak hanya itu, jumlah ekspor kendaraan ini juga turun drastis. Di bukan Juni, tidak ada satu pun yang dikirim ke luar negeri padahal di bulan Juni 2017, Tata Nano masih di ekspor sebanyak 25 unit.

Dihentikannya produksi Tata Nano ini menunjukkan bahwa mobil memang masih menjadi simbol dari status masyarakat. Meski Tata Nano bisa menjadi solusi bagi mereka dengan kebutuhan kendaraan murah, bukan berarti itu mobil yang diinginkan konsumen. [Adi/Ari]

 



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual