Tarif Cas di Stasiun Pengisian Listrik PLN Rp 1.300 per kWh

Berita Otomotif

Tarif Cas di Stasiun Pengisian Listrik PLN Rp 1.300 per kWh

JAKARTA - PT PLN (Persero) secara resmi menerapkan tarif di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU)-nya dengan harga Rp 1.300 kWH.

Dalam hal ini, PLN melalui unit induk distribusi Jakarta raya menetapkan tarif tersebut bagi mobil atau motor listrik berteknologi battery electric vehicle (BEV). Tarif ini sendiri baru mulai berlaku 31 Mei 2020.

Sebagai ilustrasi, jika melakukan pengecasan Fiat 500e yang dilengkapi baterai lithium-ion 42 kWh, Anda hanya perlu merogoh kocek Rp 54.600. Dalam kondisi baterai penuh, Fiat 500e bisa menempuh jarak 320 km.

Dengan ini biaya penggunaan mobil hanya menjadi sekitar Rp 170.6 per km. Alat pengecasan sendiri sudah berteknologi fast charging. 

PLN juga menerapkan metode pembayaran khusus bagi para pelanggannya melalui aplikasi Charge.IN. Anda dapat mengunduhnya langsung di Google Play Store dan dapat melakukan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan baterai kendaraan termasuk pengecasannya.

"Berbarengan dengan roll out aplikasi Charge.IN diberlakukan tarif Rp 1.300 per kWH, di mana metode pembayarannya terintegrasi di dalam aplikasi. Pada masa roll out, (pembayaran) bisa melalui dompet digital Linkaja. Aplikasi ini akan terus dikembangkan baik dari sisi fitur maupun metode pembayarannya," ungkap Ikhsan Assad, General Manager PLN Disjaya pada keterangan persnya (9 Maret 2020).

Tak hanya itu, PLN juga membuka kesempatan bagai kalangan luas untuk bekerjasama memperluas ekosistem kendaraan listrik. Dan khusus pelanggan dengan daya di atas 200 kilo Volt Ampere (kVA) yang ingin menambah daya sekaligus memasang SPKLU berkesempatan mendapat diskon biaya tambah daya serta ciilan sampai 24 kali tanpa bunga.

"Kami siap mendukung pengembangan infrastruktur kendaraan listrik ini tentunya dengan penyediaan listrik yang cukup dan andal. Ada juga diskon tambahan dan cicilan bagi yang ingin pasang charging station (SPKLU)" kata Ikhsan. [Ari]

 



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar