Tantangan Terbesar Jaguar Land Rover Saingi BMW dan Mercedes di Indonesia

Berita Otomotif

Tantangan Terbesar Jaguar Land Rover Saingi BMW dan Mercedes di Indonesia

JAKARTA - Jaguar Land Rover mengaku tak mempunyai fleksibilitas ‘selentur’ merek-merek premium yang melakukan perakitan lokal di sini, dalam hal harga jual. Ini menjadi tantangan mereka dalam bersaing.

Seperti diketahui, dua pemain besar di segmen mobil mewah, Mercedes-Benz dan BMW, sudah melakukan perakitan di Indonesia. Mercedes sejak lama sudah membangun pabrik untuk kendaraan komersial dan kendaraan penumpang di Wanaherang, Bogor sedangkan BMW menggunakan pabrik PT. Gaya Motor milik Grup Astra di Sunter, Jakarta.

Adapun merek-merek premium lain yang bermain di pasar otomotif Nusantara masing mengimpor secara utuh (Completely Built-Up), termasuk Jaguar Land Rover. Hal ini mereka akui berpengaruh pada pemosisian harga.

“Karena mobil kami CBU, harga kami tentunya lebih tinggi daripada yang melakukan perakitan lokal. Itu adalah tantangan yang kami hadapi sebagai pemain yang dengan mobil-mobil 100 persen CBU karena pajak yang kami bayar tentunya lebih tinggi,” papar Jentri Izhar, Brand Director Jaguar Kand Rover Indonesia usai peluncuran All-New Range Rover Evoque seharga Rp 1,7 miliar pada akhir pekan lalu di Jakarta.

Belum Ada Rencana
Mayoritas produksi mereka dilakukan di Inggris. Sisanya disuplai oleh pabrik di China, India, Brazil dan Slovakia.

Amey Tingare, Brand Director Jaguar Land Rover Asia Pacific, saat diwawancarai Mobil123.com dalam acara yang sama mengatakan bahwa pihaknya hingga kini belum ada rencana membuat pabrik di Indonesia. Bahkan, untuk pabrik di Asia Tenggara sendiri belum ada rencana.

Jentri menjelaskan bahwa utuk membangun fasilitas perakitan di Indonesia mereka butuh volume. Sedangkan, penjualan mereka saat ini masih ‘sangat-sangat terbatas’.

“Pastinya untuk (membangun) sebuah pabrik butuh volume sangat tinggi sedangkan kalau melihat harga kami bukan di segmen mobil massal. Bahkan di segmen premium pun kami sudah termasuk lebih mewah, sebetulnya. Jadi, apakah masuk akal membuat pabrik di Indonesia itu harus didiskusikan lebih lanjut. Prinsipal kami pasti memikirkan (kemungkinan membuat pabrik lain). Apakah itu nanti misalnya ada di Asia Tenggara atau Indonesia, kami belum tahu,” paparnya. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support