Pria ini Tak Sengaja Pesan 28 Mobil Secara Online dan Ditagih Rp 22 Miliar

Berita Otomotif

Pria ini Tak Sengaja Pesan 28 Mobil Secara Online dan Ditagih Rp 22 Miliar

BERLIN – Seorang pria di Jerman terkaget-kaget saat melihat tagihan, ketika memesan mobil via daring (online). Bagaimana tidak, karena kesalahan teknis pada sistem, ia harus membayar puluhan unit mobil dengan total harga setara puluhan miliar rupiah.

Pria yang tidak disebutkan namanya itu sedang terpikat oleh Tesla Model 3. Mobil listrik termurah Tesla ini pun ia beli secara online bersama sang anak, yang menceritakan kisah ini di Reddit sekitar 2 pekan lalu.

“Jadi, kami sedang mencari mobil baru karena yang saat ini kami pakai (Ford Kuga) sudah cukup tua. Di Jerman kami punya sesuatu bernama ‘Umweltbonus’ atau insentif uang tunai dari pemerintah untuk membeli mobil listrik. Setelah virus Corona menerpa, pemerintah menetapkan untuk melipatgandakan insentif bagi setiap mobil listrik yang dibeli antara 1 Juni sampai akhir 2020,” ucap sang anak dengan nama akun Ballon-man itu.

Tesla Model 3 dengan lengkap dengan opsi Auto Pilot menjadi pilihan keduanya. Mereka pun memesan pada pukul 21.00 waktu setempat pada pertengahan Juni kemarin.

“Awalnya Ayah saya ingin menunggu sampai 1 Juli karena besaran pajak saat itu akan diperkecil dan membuat kami berhemat ratusan euro. Tapi akhirnya ia ingin membelinya secepat mungkin karena khawatir Tesla justru menaikkan harganya untuk menaikkan profit, sebagai ganti pajak yang direndahkan,” lanjut sang anak.

Saat memesan pertama kali, sistem menyatakan gagal karena adanya ‘isu pada aspek pembayaran’. Padahal, mereka berdua sudah mengisi semua data secara lengkap dan benar.

“Jadi, kami mencoba lagi,” lanjut dia.

Percobaan selanjutnya tak hanya terjadi sekali dan dua kali. Anak dan Ayah yang kompak ngebet dengan Tesla Model 3 itu mencobanya sebanyak 27 kali lagi.

Sistem pun terus-menerus menyatakan kegagalan pemesanan dengan alasan yang sama. Akhirnya, di percobaan ke-28, saat waktu menunjukkan pukul 23.00, pemesanan berhasil.

Belakangan, mereka terkejut bukan main ketika mengecek tagihan dari pemesanan mobil listrik asal Amerika Serikat tersebut. Ke-28 pemesanan itu ternyata masuk serta berhasil seluruhnya, tidak seperti yang sistem katakan. Padahal, maksud dan niat mereka hanya memesan 1 unit saja.

Harga satu Tesla Model 3 di sana adalah 52 ribu euro (Rp 846,48 juta). Artinya, adalah kelebihan tagihan sebanyak lebih dari 1,404 juta euro (Rp 22,85 miliar).

Mereka pun kalang-kabut. Beruntungnya, layanan konsumen Tesla di Jerman cukup baik dan kooperatif sehingga mau mendengar permasalahan Ayah dan anak ini.

“Kami telah menelpon layanan konsumen. Mereka bersedia membatalkan keseluruhan 28 pemesanan dari kami, lalu meminta kami untuk membuat pemesanan baru,” tutup sang anak.

Wah, semoga kesalahan teknisnya tidak terulang lagi, ya! [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama

All-new Yaris 2020 Kian Canggih

All-new Yaris 2020 Kian Canggih

Video
All-new Toyota Yaris 2020 semakin canggih. Salah satu teknologi atau fitur generasi keempat Yaris ini adalah bisa parkir sendiri. Harga Yaris 2020 ...

Komentar