Tak Cuma di Indonesia, Pabrik Nissan di Filipina juga Tutup

Berita Otomotif

Tak Cuma di Indonesia, Pabrik Nissan di Filipina juga Tutup

MANILA – Pabrik Nissan di Indonesia bukan satu – satunya yang tutup untuk kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Mereka juga segera menutup pabrik di Filipina.

Nissan, seperti dikutip dari Nikkei Asian Review, bersiap menghentikan operasional pabrik di Filipina. Penutupan tersebut efektif berlaku mulai Maret 2021.

Ini adalah langkah lanjutan dari upaya restrukturisasi dalam strategi jangka menengah terbaru Nissan. Basis produksi untuk kawasan ASEAN lainnya yang berlokasi di Indonesia sudah mereka tutup terlebih dahulu sejak awal 2020.

Merek yang menjalin aliansi dengan Renault dan Mitsubishi tersebut ingin mengurangi kapasitas produksi global sebanyak 20 persen. Nantinya, volume perakitan mobil Nissan di seluruh dunia menjadi ‘hanya’ 5,4 juta unit per tahun.

Lebih lanjut, penutupan pabrik di Filipina berlangsung di tengah kesulitan mereka akibat pandemi virus Corona (Covid-19). Penjualan Nissan di negara tersebut sampai turun 49 persen pada 2020 jika dibandingkan setahun sebelum (year on year), menjadi 21.751 unit saja menurut data dari Kementerian Perdagangan.

Sekitar 4.500 unit di antaranya dikontribusikan oleh sedan rakitan lokal Nissan Almera.


Dengan volume tersebut, Nissan menjadi merek mobil ketiga terlaris di Filipina tahun lalu. Di atas mereka bercokol Toyota serta Mitsubishi.

Pasar otomotif secara umum di sana jatuh 40 persen year on year pada 2020. Volume penjualan secara total hanya 223.973 unit.

Pabrik Nissan Filipina mempekerjakan 133 orang. Adapun model yang dirakit di sana adalah Almera.

Tahun lalu, Honda sudah terlebih dahulu menyetop operasional pabrik mereka di sana. Sebagai dampaknya, 600 orang kehilangan pekerjaan.

Isuzu Motors melakukannya pada 2019. Honda maupun Suzuki lebih memilih mengimpor utuh kendaraan dari negara ASEAN lain seperti Thailand.

Filipina kini sedang menerapkan aturan safeguard yang menghalangi impor mobil utuh dari negara lain, termasuk Indonesia. Menteri Perdagangan Ramon Lopez menilai kebijakan ini diperlukan untuk memproteksi industri domestik, meskipun merek – merek mobil besar makin bergantung pada impor.

“Pengumuman penutupan pabrik Nissan amat kami sesalkan. Perkembangan ini memperparah situasi krisis pada industri otomotif kami. Penghentian operasional produksi Almera di sini, yang menyusul penutupan pabrik Honda serta Isuzu, menjadi pertanda bahwa industri perakitan otomotif lokal terkena impak dari peningkatan impor dank arena itulah kami memerlukan bea masuk dari aturan safeguard,” papar dia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar