Suzuki Pantau Para Pembeli Jimny Demi Hindari Inden Ganda dan Pedagang

Berita Otomotif

Suzuki Pantau Para Pembeli Jimny Demi Hindari Inden Ganda dan Pedagang

TANGERANG - Suzuki sedang memantau mereka yang sudah memberikan tanda jadi untuk memesan Jimny. Ini dilakukan demi menghindari adanya inden ganda, juga agar yang mendapatkannya benar-benar konsumen pecinta maupun loyalis Suzuki.

Jimny generasi baru meluncur akhir Juli kemarin di Indonesia dan indennya sekarang bisa mencapai empat tahun, khususnya di kota-kota besar, karena ketimpangan suplai dari Jepang dengan permintaan. Adapun harga sport utility vehicle (SUV) ikonik satu ini sudah naik Rp 20 juta mulai 1 September khusus untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Donny Saputra, Direktur Pemasaran PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengatakan pihaknya rajin mengecek pemesanan di dealer-dealer. Mereka tidak ingin jatah yang hanya 50 unit per bulan untuk Indonesia tidak terdistribusikan dengan baik ke para pecinta Suzuki, khususnya Jimny.

“Itu yang sekarang sedang kami verifikasi. Jangan sampai ada konsumen yang double inden nih. Makanya sampai Mei 2020 kami mau cek lagi,” ujarnya di sela-sela Test Drive Jimny pada Senin (30/9/2019) di Sirkuit Off-Road Pagedangan, Serpong, Tangerang.

Donny menjelaskan di forum-forum online maupun situs agregator saat ini terdapat pihak-pihak yang mengaku bisa mendapatkan unit Jimny. Mereka menjualnya dengan banderol lebih mahal dari harga dealer.

Ia meminta konsumen berhati-hati terhadap penipuan. Dia lalu menerangkan pihaknya sebenarnya menginginkan agar para pembeli Jimny adalah para pecinta Suzuki. Artinya, mereka sudah pernah memiliki mobil bermerek ini sebelumnya.

“Saat pertama kali kami menjual Jimny, sebenarnya target konsumennya adalah orang yang cinta Suzuki dalam arti orang ini sudah pernah punya Suzuki, satu atau dua kali,” paparnya.

Namun, nomor antrean inden maupun distribusi akhir tetap dikelola serta diserahkan kepada pihak dealer. Masing-masing outlet bakal menyerahkan kepada konsumen yang dinilai sebagai konsumen loyal mereka.

“Pada saat terjual atau bocor (ke pedagang), berarti mereka (dealer) layani pedagang, bukan pengguna. Makanya kami bisa telusuri. Unitnya, kan, terbatas dan kami punya nomor rangka. Kami bisa telusuri kepada siapa dealer mendistribusikan, konsumennya siapa. Mungkin salah satu tindakannya nanti, kami akan black list konsumen tersebut. Kemudian dealernya bisa kami tidak bagi lagi,” papar Donny.

Penjualan serta distribusi akan dimonitor untuk kemudian dikaji secara mendalam pada Mei 2020. Suzuki Indonesia sendiri sedang mengusahakan agar model satu ini diproduksi lokal di pabrik Cikarang, Bekasi. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar