Suzuki Karimun Wagon R Rakitan Indonesia, Lesu di Dalam Negeri Tapi Laku di Pakistan

Berita Otomotif

Suzuki Karimun Wagon R Rakitan Indonesia, Lesu di Dalam Negeri Tapi Laku di Pakistan

BEKASI – Suzuki Karimun Wagon R rakitan Indonesia kurang berhasil di dalam negeri, tapi untungnya mendapat pasar ekspor yang meminatinya yaitu Pakistan.

Soebronto Laras, Presiden Komisaris PT. Indomobil Sukses International (Indomobil Group), mengakui Karimun Wagon R kurang mampu bersaing di segmen low cost green car (LCGC). Indomobil Group sendiri merupakan salah satu pemilik saham dari dua perusahaan Suzuki di Indonesia, PT. Suzuki Indomobil Motor (SIM) sebagai operator pabrik di Tambun, Cikarang, Cakung serta PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) selaku distributor.

“Investasi kami untuk Karimun Wagon R itu Rp 5,1 triliun. Itu demi memenuhi permintaan pemerintah untuk menjadikan komponen lokalnya 92 persen dalam waktu yang sudah ditentukan. Kami enggak malu untuk mengatakan model kami ini kurang berhasil,” paparnya pada awal pekan ini dalam konferensi pers ekspor All-New Suzuki Ertiga serta Nex II di Cikarang, Bekasi.

Meski begitu, sambung Soebronto, beruntung Suzuki berhasil menembuskan Karimun Wagon R rakitan pabrik Tambun, Bekasi ke pasar ekspor. Pakistan meminatinya dan penjualan di sana dapat mengompensasi lesunya performa city car tersebut di pasar domestik.

“Penjualan (Karimun Wagon R rakitan Indonesia) di Pakistan sekarang sekitar 3.000 unit per bulan,” ujar dia.

Sebagai informasi, segmen LCGC diinisiasi oleh pemerintah pada 2013. Regulator memberikan insentif pajak bagi mobil-mobil compact bermesin kecil yang dirakit lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) besar.

Segmen tersebut saat ini diisi oleh delapan model. Toyota, Daihatsu, serta Datsun masing-masing memiliki dua model yakni Toyota Agya, Toyota Calya, Daihatsu Ayla, Daihatsu Sigra, Datsun Go Panca, Datsun Go+ Panca. Di samping itu, ada pula Honda Brio Satya plus Karimun Wagon R.

Karimun Wagon R meluncur pertama kali pada September 2013. Penjualannya pada tahun itu hingga 2017, berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) adalah 4.705 unit, 17.068 unit, 11.526 unit,  9.905 unit, 5.408 unit.

Pada Januari – September 2018, distribusinya mencapai 3.552 unit. volume ini turun 6,23 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year).

Tak Neko-neko
Lebih lanjut, keberhasilan Karimun Wagon R rakitan Indonesia di Pakistan, nilai Soebronto, disebabkan oleh selera serta kebutuhan konsumen negara tersebut terhadap mobil-mobil terjangkau. Namun demikian, ia tidak menjelaskan rencana ekspor Karimun Wagon R di Pakistan pada masa depan.

“Di sana (pasar otomotif Pakistan) itu tak terlalu neko-neko,” tandasnya.

Suzuki berambisi memperbesar nilai ekspor terurai maupun unit utuh sepeda motor dan mobil dari Rp 7,8 triliun pada 2017 menjadi Rp 11,3 triliun pada 2022. Di antaranya ada ekspor All-New Suzuki Ertiga yang diharapkan menjadi 24 ribu unit pada tahun itu. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar