Suzuki Ertiga Jadi Senjata Mematikan

Berita Otomotif

Suzuki Ertiga Jadi Senjata Mematikan

TANGERANG - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengumumkan pencapaian MPV andalan mereka, Suzuki Ertiga. Sejak diluncurkan pada tahun 2012 hingga Juli 2015, total penjualan Suzuki Ertiga sebesar 165.000 unit.

Menurut Davy J Tuilan 4W Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales, Ertiga sudah menjadi senjata mematikan untuk mendongkrak penjualan Suzuki di Tanah Air.

Sejak diluncurkan, MPV Ertiga telah merebut perhatian masyarakat Indonesia dengan fitur lengkap, terutama fitur keselamatan dan keamanan. Belum lagi improvement Suzuki dengan penambahan fitur AC double blower dan transmisi otomatis satu tahun setelah peluncuran perdananya menandakan Suzuki mementingkan kenyamanan penghuni kabin.

Saat ini, Ertiga memiliki model baru yang diluncurkan di di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015.

"Target penjualan masih sama dengan target market awal tahun, yakni berhasil merebut pangsa pasar 15 persen (dari total penjualan low MPV)," ucap Davy.

New Ertiga menggunakan mesin K14B DOHC 4 silinder 1.400cc, Variable Valve Timing (VVT), Multi Point Injection (MPI), Metal Timing Chain dan teknologi Drive by Wire yang membuat mobil ini mantap melesat di segala situasi namun lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar. [Ikh/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



M Ikhsan

M Ikhsan

Pria ini sangat menyukai dunia otomotif karena sudah menjadi bagian hidupnya sejak kecil. Seperti para jurnalis otomotif lainnya, saya suka‬ pekerjaan yang mendetail dan suka dengan aktivitas outdoor yang penuh tantangan. Impian saya adalah mengoleksi supercar Italia, meski sekarang hanya bisa mengoleksi die cast. Tapi saya percaya suatu saat nanti, satu supercar akan terparkir di garasi rumah. ‎


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual