SPK Daihatsu Naik 150 Persen karena Insentif PPnBM, Inden Bisa 3 Bulan

Berita Otomotif

SPK Daihatsu Naik 150 Persen karena Insentif PPnBM, Inden Bisa 3 Bulan

JAKARTA – Inden mobil Daihatsu yang turun harga karena mendapatkan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) mengular hingga bisa berbulan - bulan. Produksi pabrik yang turun karena pandemi Covid-19 saat ini sedang berusaha digeber.

Stephanus Surya, Planning and Control Department Head PT. Astra Daihatsu Motor (ADM), mengatakan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) seluruh model dari merek tersebut pada Maret 2021 melonjak 150 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya. Roket pendorongnya model – model yang mendapatkan insentif PPnBM, yang memang membuat pasar mobil nasional mencapai rekor bulan kemarin.

“Model – model Daihatsu yang dapat relaksasi pajak bisa alami peningkatan (SPK) sampai 200 persen,” ucap dia dalam konferensi pers virtual pada Jumat (16/4/2021).

Daihatsu Terios

Lima model Daihatsu sendiri turun harga sejak Maret berkat relaksasi PPnBM. Selain Terios dan Xenia, ada pula Luxio, Gran Max minibus, plus Rocky.

Hanya Rocky, SUV kompak ‘saudara’ Toyota Raize, yang belum meluncur.

Hendrayadi Lastiyoso, Marketing and Customer Relations Division Head PT. Astra International - Daihatsu Sales Operation, mengatakan kemampuan produksi saat ini tidak bisa memenuhi peningkatan SPK ratusan persen tersebut. Terios dan Xenia merupakan dua dari lima model dengan inden terpanjang saat ini.

Konsumen dapat menunggu hingga 3 bulan.

“Kalau kita lihat, berdasarkan permintaan SPK, Terios itu memang mendapatkan permintaan yang peningkatannya paling tinggi. Growth (pertumbuhan) sampai 139 persen, hampir 140 persen, di Maret kemarin. Jadi, (SPK) Terios bisa sampai tiga bulan. Xenia mungkin sekitar dua bulan. Model - model lain masih bisa kami penuhi dalam waktu tak terlalu lama,” ucap dia menanggapi pertanyaan Mobil123.com dalam sesi tanya – jawab.

Daihatsu Xenia 2021

Relaksasi PPnBM berlaku sejak Maret sampai Desember 2021 untuk model – model rakitan dalam negeri dengan tingkat komponen lokal yang dipersyaratkan pemerintah. Awalnya, hanya mobil – mobil penumpang berkapasitas mesin di bawah 1.500 cc yang mendapatkannya.

Akan tetapi, sejak April ini, stimulus fiskal dengan skema Pajak Ditanggung Pemerintah (P-DTP) ini diperluas ke mobil – mobil 1.501 – 2.500 cc dengan syarat dan besaran insentif yang berbeda.

Tingkatkan Produksi

Daihatsu pun sekarang berusaha semaksimal mungkin meningkatkan produksi pabrik – pabrik mereka di Karawang dan Sunter, untuk memenuhi permintaan pasar yang naik secara cepat berkat insentif PPnBM. Ini, kata Surya, tidak bisa mereka lakukan dengan tiba – tiba karena ada ribuan pemasok komponen dari dalam plus luar negeri yang juga mesti pula dipersiapkan.

Ada tiga sektor perihal pabrik yang mereka geber dalam peningkatan produksi. Pertama adalah ‘People’ yaitu meningkatkan jumlah pekerja dan shift, meningkatkan fasilitas sesuai protokol kesehatan, dan membentuk ‘Kaizen Task Force Team’ terkait efisiensi plus produktivitas kerja.

pabrik daihatsu

Selanjutnya ‘Production Facility atau menambah alat produksi, dalam hal ini jig welding dan robot pengecatan. Daihatsu antara lain memanfaatkan alat – alat produksi dari model yang sudah ‘run out’ atau tidak lagi dijual.

Ketiga adalah Parts Control.

“Safety stock (stok bahan baku produksi) kami tambah dari 5 hari ke 14 hari supaya produksi lebih stabil walau di tengah pandemi Covid-19,” pungkas Surya.

Saat sudah berhasil, diharapkan tact time (waktu membuat satu unit) meningkat dari 3,1 menit selama pandemi menjadi 1,9 menit. Kapasitas produksi pabrik yang siap dipakai kelak menjadi 490 ribu unit per tahun, dibandingkan saat pandemi melanda yang turun jadi hanya 330 ribu unit per tahun.

Adapun kapasitas produksi terpasang pabrik Daihatsu secara total 530 ribu unit per tahun. [Xan]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar