Hankook Gandeng Grab dan Go-Fleet untuk Siasati Ketatnya Pasar Ban

Berita Otomotif

Hankook Gandeng Grab dan Go-Fleet untuk Siasati Ketatnya Pasar Ban

JAKARTA – Hankook mengeksplorasi area bisnis antar korporasi (Business to Business/B2B), sebagai siasat menghadapi ketatnya persaingan pasar ban di sektor retail.

Apriyanto Yuwono, Sales Manager Hankook Tire Indonesia, mengatakan pihaknya menyadari kehadiran mereka di Indonesia masih amat singkat. Produsen ban asal Korea Selatan ini baru masuk ke Indonesia enam tahun lalu dan sudah mempunyai pabrik di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Pabrik itu sendiri fokus pada pasar ekspor. Dari kapasitas produksi terpasang 11 – 12 juta ban setahun, hanya 10 persennya yang diperuntukkan bagi pasar domestik.

“Kami juga secara bertahap ingin menaikkan penjualan. Cuma, tidak gampang mengubah permintaan domestik karena kondisi kompetisi di Indonesia. Kami masih ‘anak kecil’, masih enam tahun, sedangkan merek-merek lain sebelumnya sudah cukup lama dan dikenal,” ucap dia dalam Hankook Year End Gathering pada Selasa (17/12/2019) di Jakarta.

Ini, tambah Apriyanto, membuat mereka harus inovatif dan membuat strategi-strategi yang segar. Salah satunya yang bisa ia ungkapkan adalah kerja sama dengan Go-Fleet dan Grab.

Hankook menjadi penyuplai ban resmi bagi armada Go-Fleet yang semuanya terdiri dari Toyota Avanza. Kesepakatan resmi terjalin bulan lalu.

Mereka pun telah sepakat dengan Grab. Akan tetapi, realisasi kerja sama baru dimulai pada 2020.

“Para driver akan direkomendasikan oleh Grab ke toko-toko rekanan kami. Ada harga khusus bagi mereka,” tandas Apriyanto.

Modifikasi
Pada area penjualan retail (Business to Customers/B2C), Hankook mengincar pasar ban berukuran besar, 17 inci atau lebih. Pasalnya, cukup banyak para pengguna sport utility vehicle (SUV) maupun sedan yang gemar memodifikasi pelek serta ban ke ukuran lebih megah.

“Ban-ban yang kami ekspor pun lebih banyak ukuran 17 inchi ke atas karena di luar sana pasarnya sudah seperti itu,” tandasnya.

Dengan strategi ini, Hankook berhasil mempertahankan volume penjualan domestik di tataran yang kurang-lebih sama dengan tahun lalu. Sayang, angka pasti ia rahasiakan. Pasar mobil nasional sendiri sedang menurun dengan proyeksi 1 juta unit pada akhir 2019, dari 1,15 juta unit pada 2018.

“Secara volume tetap tapi secara pendapatan kami bisa naik karena strategi di ban 17 inci ke atas itu. Persentase kenaikannya dua digit,” tukas dia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support