Siap-Siap Para Kompetitor, Wuling Mulai Sasar Segmen SUV 7 Penumpang

Berita Otomotif

Siap-Siap Para Kompetitor, Wuling Mulai Sasar Segmen SUV 7 Penumpang

JAKARTA - Setelah 'menyerang' segmen multi purpose vehicle (MPV), Wuling berlanjut menyasar segmen sport utility vehicle (SUV) khususnya yang berkapasitas tujuh penumpang. Menarik memperkirakan bagaimana jadinya segmen yang memang sedang jadi salah satu primadona di pasar Indonesia ini, setelah kedatangan sang pabrikan China.

Wuling aktif pertama kali di pasar pada Agustus 2017 dengan meluncurkan MPV dan hingga akhir 2018 sudah meluncurkan tiga model di segmen itu. Pada Februari 2019 mereka berlanjut merilis SUV Almaz lima penumpang dengan mesin turbo dan transmisi CVT, dilanjutkan dengan rencana peluncuran Almaz 7 penumpang pada 18 Juli dalam pameran GIIAS di Serpong, Tangerang.

Dengan senjata utama tiga MPV plus bantuan singkat dari satu SUV lima penumpang, Wuling membukukan penjualan lebih dari 29 ribu unit selama 2 tahun hadir di negeri ini, terhitung sejak Juli 2017--saat distribusi pertama kali dilakukan--hingga mendekati akhir Juli 2019. Sekarang, mereka beralih ke satu lagi segmen empuk dan besar lain yakni SUV tujuh penumpang. 

Jika diamati, tren SUV memang sedang melanda pasar global, termasuk Indonesia. Tak heran, penjualan SUV terus tumbuh meski pasar mobil nasional sedang relatif stagnan beberapa tahun belakangan.

Ricky Humisar Siahaan, Deputy Product Division Head PT. Sokonindo Automobile, menilai tren SUV global terjadi karena jenis kendaraan ini sudah bisa memberikan kenyamanan seiring perkembangan teknologi kendaraan. Perkembangan teknologi mesin juga membuatnya semakin irit.

Data Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (Gaikindo) menunjukkan pangsa pasar SUV tumbuh dari 19 persen pada 2017 menjadi 23 persen pada 2018. Penjualan mobil secara keseluruhan, di sisi lain, cuma tumbuh dari 1,079 juta unit menjadi 1,15 juta unit.

“Segmen SUV terus tumbuh secara stabil,” ucapnya dalam Workshop soal SUV beberapa waktu lalu di Jakarta.

'Lezatnya' SUV 7-Penumpang
Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT. Toyota Astra Motor, mengatakan dalam dua tahun belakangan lebih dari separuh penjualan SUV di Indonesia dikontribusikan oleh yang berkapasitas tujuh penumpang. Ia sendiri tak membantah soal adanya indikasi pabrikan mobil China khususnya Wuling yang mulai mengincar segmen itu.

“Sebenarnya kalau kita bandingkan konsumen SUV, mungkin mereka akan melihatnya yang model tujuh penumpangnya dulu kemudian styling, fitur, harga bagaimana. Jadi kita enggak bisa mengatakan konsumen SUV lima penumpang dengan tujuh penumpang sama sekali beda. Ada irisan sebenarnya,” tandas dia ketika dihubungi Mobil123.com pada Senin (15/7/2019).

Dengan adanya pemain baru yakni Wuling Almaz di segmen SUV tujuh penumpang, Anton memprediksi pasar SUV di Tanah Air akan terangkat. Ia memperkirakan pangsa pasar SUV tahun ini bisa mengarah ke 24 - 26 persen, dengan penjualan mobil total masih di 1,1 juta unit.

“SUV 7 penumpang akan tetap mendominasi dengan lebih dari separuhnya,” nilai Anton.

Menanti Harga Almaz 7 Penumpang
Almaz 7 seater kembali mencerminkan strategi Wuling untuk memberikan fitur yang royal di produk-produknya. Fitur terbaru adalah voice command canggih berbahasa Indonesia.

Fitur-fitur di varian lima penumpang masih ada. Di antaranya layar sentuh 10,4 inci, Panoramic Sunroof, Start-Stop Button, Keyless Smart Key, Sound System Infinity dari Harman, Electric Parking Brake, Auto Vehicle Holding, Traction Control System, Hill Hold Control, sistem pengereman ABS+EBD+BA, Electronic Stability Control, TPMS dan Emergency Stop Signal.

Menarik menantikan berapa harga Wuling 7 penumpang. Pasalnya, Wuling punya strategi memberikan harga yang berselisih cukup jauh dari kompetitor, seperti yang terlihat pada mobil-mobil MPV mereka.

Banderol on-the-road Jakarta Almaz 5 penumpang sendiri adalah Rp 318,8 juta. Menurut Anda, berapa kira-kira harga Almaz 7 penumpang? [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar