Sepeda Motor Listrik Karya Anak Indonesia akan Dipamerkan di Makau

Berita Otomotif

Sepeda Motor Listrik Karya Anak Indonesia akan Dipamerkan di Makau

JAKARTA – Sepeda motor listrik karya anak bangsa akan dipamerkan di Makau pada September 2020 mendatang.

Motor listrik bernama EV.1000 itu, menurut keterangan resmi Kementerian Perindustrian pada Senin (24/8/2020), akan mejeng di galeri The Arsenale, Makau. ‘Kuda besi’ nihil emisi gas buang tersebut merupakan buah kerja sama Katalis Company asal Indonesia dengan The Arsenale, galeri otomotif terkemuka dunia asal Prancis.

“Katalis EV.1000 ini akan dikirim ke galeri The Arsenale di Makau pada akhir Agustus ini,” kata Gati Wibawaningsih selaku Direktur Jendral Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian.

Tidak disebutkan, kapan pastinya EV.1000 akan dipamerkan di sana. Akan tetapi, menurut penelusuran di akun Instagram Katalis Company, motor listrik itu bakal unjuk diri pada 25 September.

“Kami mengapresiasi Katalis yang telah berkontribusi dalam menciptakan sepeda motor listrik Katalis EV.1000,” ujar Gati.

Katalis EV.1000 mengusung motor listrik berkapasitas 1000 watt yang disokong baterai 48V 45Ah, dengan pengatur berdaya 48-72 Volt. Motor ini mampu dipacu dengan kecepatan 80 km/jam hingga jarak tempuh 90 km dalam sekali isi daya. Desainnya sendiri mengambil ide dari pesawat tempur dengan kesan kokoh dan garang.

Dirjen IKMA berpendapat dengan keunikan produknya tersebut, Katalis akan mampu mendapatkan segmen khusus bagi penggemar desain kendaraan bermotor yang atraktif dan inovatif. Ia meminta Katalis menjaga hak kekayaan intelektual pada desain inovatifnya, seiring upaya untuk terus menerus meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses.

Tidak dijelaskan apakah EV.1000 bakal diproduksi massal dan dijual di Nusantara. Pemerintah sendiri pada 2021 bakal menerapkan insentif bagi kendaraan listrik yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Dengan segala insentif itu, diharapkan industri kendaraan listrik dapat tercipta di Tanah Air. Regulasi ini antara lain mengatur tentang tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) bagi industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dan industri komponennya.

“Dalam Pasal 8 di Perpres tersebut, disebutkan penggunaan komponen dalam negeri untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai beroda dua dan/atau tiga pada tahun 2019-2023 minimum sebesar 40 persen,” sebut Gati.

Sebanyak 20 persen dari produksi lokal mobil atau pun motor pada 2025 diproyeksikan datang dari kendaraan listrik. Untuk sepeda motor, jumlahnya diprediksi setara dengan 2 juta unit. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar