Sepeda Kembali Jadi Tren, Kemenperin Minta Komponennya Dibuat di Indonesia

Berita Otomotif

Sepeda Kembali Jadi Tren, Kemenperin Minta Komponennya Dibuat di Indonesia

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melihat pasar sepeda yang sedang menjadi tren di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) amat potensial. Mereka meminta komponennya dibuat di Indonesia.

Di tengah pandemi yang melanda Indonesia sejak Maret 2020, sepeda kembali marak digunakan oleh masyarakat. Karena itu, potensi pasar domestik untuk industri sepeda dinilai sangat besar sehingga peluang bisnisnya juga masih terbuka lebar.

“Kami lihat tren penggunaan dan penjualan sepeda lagi naik. Kenaikan ini tidak akan sebentar, dan kami juga lihat kalaupun Covid-19 sudah selesai, naik sepeda sudah jadi lifestyle, sehingga demand-nya dalam jangka menengah tidak akan menurun, bahkan masih akan naik,” kata  Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian melalui keterangan pers baru-baru ini.

Kemenperin mengaku sedang berupaya memperdalam struktur manufaktur pada sektor industri sepeda di dalam negeri. Hal ini guna mendorong tumbuhnya produsen komponen sehingga dapat lebih mengoptimalkan penggunaan produk lokal dalam mata rantai produksi sepeda.

“Kami akan koordinasikan dengan berbagai pihak, terutama sektor industrinya itu sendiri untuk bisa mengembangkan sepeda dengan komponen-komponen yang diproduksi di dalam negeri,” ucap Agus.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier menyampaikan pihaknya tengah memacu penguatan rantai suplai bagi industri sepeda di dalam negeri. Kini, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sepeda rata-rata 40 persen.

“Kami akan berupaya tingkatkan TKDN-nya,” ujarnya.

Taufiek berharap industri sepeda lokal memanfaatkan teknologi terkini sehingga dapat meningkatkan produktivitas serta menghasilkan produk berkualitas. Bagian yang saat ini perlu didukung terutama penerapan teknologi nano untuk bahan rangka sepeda yang terbuat dari carbon karena secara material lebih ringan.

“Industri ini yang harus dibangun di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan para produsen. Selain itu, rata-rata komponen lain sudah bisa dibuat di dalam negeri,” tuturnya.

Sepeda Listrik
Kemenperin juga mendorong pengembangan sepeda listrik. Hal ini karena Indonesia memiliki potensi sumber daya alam berupa nikel untuk kebutuhan bahan baku baterainya.

“Jadi, kami akan optimalkan pabrik-pabrik baterai di dalam negeri untuk mengembangkan sepeda listrik. Inovasi menjadi sangat penting, termasuk desain sepeda yang sesuai dengan tipe atau kebutuhan konsumen Indonesia, karena untuk kenyamanan bersepeda itu sendiri,” pungkas Taufiek.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo optimististis industri sepeda nasional bisa bangkit dengan dukungan pemerintah terutama dalam upaya membenahi infrastruktur penunjangnya. Menurut Eko, pemerintah harus mendorong masyarakat menggunakan transportasi ramah lingkungan dengan infrastruktur yang baik, salah satunya melalui penggunaan sepeda. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar