Sejarah Toyota Kijang, Mobil Terlaris Indonesia

Panduan Pembeli

Sejarah Toyota Kijang, Mobil Terlaris Indonesia

 

JAKARTA – Toyota Kijang di Indonesia sudah melegenda karena sudah hadir sejak tahun 1977. Inilah salah satu mobil terlaris di Indonesia.

Mobil yang awalnya digunakan sebagai kendaraan niaga ini perlahan berganti fungsi menjadi kendaaan penumpang. Dan hingga kini, Toyota Kijang sedikitnya sudah hadir dengan 6 generasi berbeda.

Kisah asal mula mobil keluarga ini sendiri tidak bisa dipisahkan dari dorongan pemerintah untuk mengembangkan Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana (KBNS) di era 1970-an. KBNS adalah kendaraan serbaguna dengan harga yang bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat.

Pemunculan nama binatang pada kendaraan niaga ini karena Filipina telah dulu menggunakan nama “Tamaraw” yang berarti kerbau. Maka kemudian dipilih nama “Kijang” untuk menggambarkan kelincahan.

Dan berikut adalah sejarah Toyota Kijang dari masa ke masa ke masa.

Generasi Pertama Toyota Kijang 1977 – 1980

Toyota Kijang Buaya

Pertama kali diperkenalkan pada tanggal 9 Juni 1977 yang hadir dalam bentuk pick up. Setahun kemudian, masyarakat mulai melihat kegunaan lain dari mobil ini yaitu untuk mengantar keluarga. Fenomena ini ditangkap oleh sejumlah karoseri dengan membuat body minibus.

Masyarakat menerima dengan baik karena Kijang memiliki kabin yang lapang dan hadirnya bonnet (mesin di depan) sehingga lebih memberikan rasa aman. Dari sini lah legenda Kijang sebagai mobil keluarga di mulai.

Ciri khas generasi pertama adalah pintunya terbuat dari terpal atau plastik. Selain itu, hadirnya bonnet atau hidung juga menjadi daya tarik tersendiri karena kala itu kendaraan KBNS lainnya tidak memiliki bonnet.

Generasi pertama ini lebih dikenal sebagai Kijang Buaya karena struktur kap mesin yang overlap hingga ke sisi bodi. Akibatnnya, ketika dibuka mirip dengan buaya yang sedang menganga. Generasi ini menggunakan mesin Corolla, 3K 1.2 liter.

Generasi Kedua 1981 – 1985

Kijang Pickup

Pada September 1981, generasi kedua hadir dengan body yang lebih halus. Hal ini terlihat dari letak engsel pintu dibuat tersembunyi, kap mesin hanya membuka di bagian atas moncong, serta grille dan permukaan pintu sejajar bodi. Toyota juga mengganti mesinnya menjadi 5K yang berkapasitas 1.5 liter. Ubahan ini dirasa penting karena ketika itu, Toyota Kijang sudah mulai digunakan sebagai mobil keluarga dan perlu perfoma lebih baik.

Mobil yang lebih dikenal sebagai Kijang Doyok ini kemudian mendapat sentuhan baru pada 1984. Sentuhan tersebut terdapat pada grille dan bumper. Selain itu, Kijang Doyok sudah dilengkapi dengan jendela kaca dan bukaan pintunya lebih nyaman.

Generasi Ketiga 1986 – 1996

Mobil Kijang

Seiring dengan berkembangnya teknologi, mobil ini pun mendapat beragam pengembangan dari sisi produksi. Hal tersebut diwujudkan pada generasi ketiga yaitu Kijang Super yang diluncurkan pada tahun 1986 – 1996.

Toyota mengenalkan terobosan terbaru dalam proses produksi, yaitu teknologi full pressed body yang dapat mengurangi 2 – 5 kg dempul per mobil. ‘Kijang Super’ hadir dalam dua versi yaitu sasis pendek (KF40) dan panjang (KF50). Fokus pemasaran dari generasi III ini juga mulai bergeser dari konsep niaga menjadi kendaraan keluarga.

Di tahun 1992, Kijang Grand Extra hadir dengan teknologi Toyota Original Body yang menjadikannya sebagai minibus pertama dengan kualitas bodi bebas dempul setara sedan. Bagian eksterior juga semakin modern dan dinamis, ditunjang dengan pengubahan interior seperti desain dashboard baru dan hadirnya AC double blower. Selain itu, terdapat pula penyempurnaan pada karburator.

Pada 1995, terdapat improvement dari sebelumnya, terutama pergantian mesin dari 5K 1.500 cc menjadi 7K 1.800 cc. Dari segi eksterior juga dibedakan dengan hadirnya grille tegak. Generasi 3 ini berhasil mencetak sejarah pada tahun 1989 dimana terdapat peluncuran Kijang ke 200.000 unit yang bertepatan dengan produksi Toyota ke 500.000 unit.

Teknologi full pressed body merupakan suatu teknologi canggih kala itu berupa pengepresan pelat body setebal 1,2mm oleh mesin cetak bertekanan tinggi 1.500 ton. Mesin ini didatangkan dari Jepang untuk membuat setiap bentuk dan lekukan panel – panel bodi agar lebih presisi.

Dari setiap uraian cetakan panel-panel bodi yang telah di press selanjutnya disambung dan dilas. Teknologi ini dapat mengurangi 2 – 5 kg dempul per mobil. Kijang adalah minibus pertama di Indonesia yang mengadopsi pola produksi model seperti ini.

Di tahun 1992, Kijang Grand Extra hadir dengan teknologi Toyota Original Body. Kalau sebelumnya komponen bodi pada sistem full pressed bodi sebanyak 30 panel, maka teknologi TOB hanya terdiri dari 8 komponen bodi. Dengan teknik pengelasan yang makin modern, membuat Kijang menjadi minibus dengan kualitas produksi setara sedan. Perbedaan FPB dan TOB, FPB berhasil mengurangi pemakaian dempul, TOB sama sekali tidak melibatkan dempul.

Generasi Keempat 1997 – 2004

Toyota Kijang Kapsul

Generasi keempat lebih dikenal sebagai Kijang Kapsul karena bentuknya dibuat lebih aerodinamis dengan lekukan yang lebih halus. Untuk pertama kalinya, model ini hadir dalam varian diesel dan transmisi otomatis.

Kemudian pada tahun 2000, Kijang EFI hadir dengan penyegaran pada lampu, bumper, dan dashboard. Di tahun ini pula Kijang memasuki era baru yaitu mesin dengan teknologi fuel injection. Dilanjutkan pada tahun 2002 di mana Kijang Kapsul facelift hadir dengan ubahan pada grille, lampu depan, dan lampu belakang yang dilengkapi garnish.

Generasi Kelima 2004 – 2015

Toyota Kijang Innova

Pada 2004, Toyota Kijang Innova bergabung dengan proyek global IMV bersama Hilux dan Fortuner. Tampilan dari Toyota Innova sama sekali baru. Meski demikan, Kijang Innova tetap memiliki benang merah dengan Kijang Buaya, Doyok, Super, dan Kapsul. Benang merah tersebut adalah adopsi sasis ladder yang membuatnya berbeda dibanding MPV modern lainnya yang menggunakan konfigurasi monocoque.

Generasi Kelima ini dibekali sejumlah teknologi terbaru seperti mesin berteknologi VVT-i, diesel common rail, hingga multi information display dan airbag. Kijang Innova juga memiliki fleksibilitas kabin dimana jok baris ketiga bisa dilipat menyamping ke arah jendela, dengan yang baris kedua digulingkan sehingga kapasitas bagasi mampu menampung lebih banyak.

Generasi Keenam 2015

Innova Bekas

Selanjutnya, generasi keenam hadir pada tahun 2015. Untuk mengembangkan mobil ini, Hiroki Nakajima, Chief Designer Toyota Motor, harus berkeliling ke negara-negara yang memiliki produk Innova untuk mengetahui kebutuhan apa yang ingin dipenuhi oleh para pelanggan terhadap Kijang Innova.

Ia menemukan bahwa dengan perkembangan zaman seperti sekarang ini, konsumen tidak hanya membutuhkan MPV yang fungsional dengan spesifikasi mumpuni, tapi juga menginginkan desain yang modern dan stylish.

Untuk mencapai misi ini, Nakajima mengembangkan Innova berdasarkan dua pendekatan; pendekatan pertama adalah mempertahankan DNA yang sudah ada pada Innova dan Kijang terdahulu untuk para konsumen setia Innova, serta pendekatan kepada konsumen yang menginginkan nilai baru pada Innova. Nakajima pun dengan bangga menyampaikan bahwa all-new Kijang Innova terbaru ini beralih menjadi Multi-Performance Vehicle.

Dan hasilnya adalah Kijang Innova yang hadir dengan desain seperti sekarang, terlihat sporty namun tetap mamiliki fungsi layaknya sebuah MPV. Hasilnya pun terbilang baik karena Toyota Innova tetap menjadi salah satu mobil terlaris di Indonesia.

Sebagai informasi tambahan, sejak model ini naik kelas pada 2004, Toyota Motor meluncurkan Toyota Avanza untuk menggantikannya. Toyota Avanza merupakan model hasil kolaborasi dengan Daihatsu Motor dengan produk bernama Daihatsu Xenia. [Adi/Idr]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar