Sejarah Limosin dengan Kisah Paling Memilukan di Dunia yang akan Dilelang

Berita Otomotif

Sejarah Limosin dengan Kisah Paling Memilukan di Dunia yang akan Dilelang

NEW YORK - Limosin yang membawa Presiden John F Kennedy di hari naasnya akan di lelang, perkiraan harga tertingginya sekitar Rp 7.5 miliar. 

Limosin tersebut adalah Lincoln Continental dengan atap terbuka keluaran tahun 1963. Mobil berwarna putih dengan nama Limo One ini punya sejarah yang tidak bisa dilupakan dan terus dikenang di seluruh dunia.

Limo One pada salah satu hari paling kelam dalam sejarah Amerika Serikat tanggal 22 November 1963 membawa Kennedy dan ibu negara saat melakukan kunjungan di Dallas, Texas Amerika Serikat. Mobil ini sendiri dipinjam dari Bill Golightly dari Golightly Auto Sales, khusus digunakan sebagai mobil kepresidenan selama berada melakukan tur di Fort Worth, Dallas.

Sejarah Limosin dengan Kisah Paling Memilukan di Dunia yang akan Dilelang
Selain Kennedy dan ibu negera Jackie Kennedy, Gubernur Texas saat itu John Connally juga naik di dalam mobil dengan atap terbuka itu. Sempat membawa rombongan untuk ballroom Hotel Texas tempat Kennedy melakukan pidato terakhirnya.

Tepat jam 12.30 Kennedy tertembak dan kemudian meninggal saat menuju pangkalan udara Carswell. Connally yang juga berada dalam mobil juga menjadi korban tembak, ia terluka cukup serius namun akhirnya bisa pulih.

Sejarah Limosin dengan Kisah Paling Memilukan di Dunia yang akan Dilelang
Setelah kejadian mobil tersebut dikembalikan ke Golightly dan kemudian berpindah-pindah tangan. Setahun setelah kejadian, tahun 1964, Golightly menjual Limo One ke David Pelham di Dallas. Pelham kemudian menjual mobil tersebut pada LH Hough pemilik Museum of American Tragedy pada 1967. 

Mobil tersebut berada di sana hingga pada 1998 musium tersebut tutup dan Hough meninggal dunia. Untuk diketahui, silsilah Lincoln Continental convertible 1963 ini juga masih lengkap. 

Ada surat notaris dari Golightly yang menyatakan bahwa ia memiliki mobil tersebut dan menjualnya kepada Pelham pada tahun 1964. Juga disertakan nota penjualan dari Pelham kepada Hough, tertanggal 20 Juli 1967. 

Terdapat juga dokumen kepemilikan lainnya dari Limo One ini, termasuk surat perjanjian tahun 1972 untuk Allstate Exhibit Company saat memamerkannya selama 15 minggu. Belum lagi dokumentasi foto-foto sebelum tragedi penembakan.

Kondisi Limo One sendiri tergolong masih sangat baik. Pernah direstorasi oleh Lincoln Baker Restoration of Putnam, Connecticut. Bodi sudah dicat ulang sesuai aslinya, mesin diganti baru sementara interior, termasuk jok kulit warna merah masih dalam kondisi aslinya.

Sejarah Limosin dengan Kisah Paling Memilukan di Dunia yang akan Dilelang
Balai lelang ternama Bonhams akan menawarkan mobil ini di New York 14 Oktober 2020 secara online. Sesi lelang bertajuk American Presidential Experience Auction ini dilakukan 3 minggu sebelum pemilihan presiden di Amerika Serikat.

Para kurator lelang memperkirakan Limo One akan terjual dengan penawaran tertinggi di kirsaran $ 500 miliar atau hampir Rp 7.5 miliar.

Pada lelang tersebut juga ditawarkan mobil Kepresidenan di era Kennedy lainnya yakni Limosin Eksekutif Lincoln Continental Mark V 1960. Saat itu digunakan oleh Kennedy untuk perjalanan pribadi di Washington, DC.

Sejarah Limosin dengan Kisah Paling Memilukan di Dunia yang akan Dilelang
Mark V ini memiliki spesifikasi anti peluru dengan fitur termewah saat itu. Limosin ini dijual pada Maret 1964 kepada James C. Walsh, seorang dokter yang mengenal John Kennedy. 

"Dia [Presiden Kennedy] memang menggunakan mobil ini untuk keperluan pribadinya berbeda dengan penggunaan resmi limosin Gedung Putih yang lebih besar," konfirmasi Walsh dalam sebuah surat. 

Menurut Bonhams, mobil ini ditaksir akan terjual pada tawaran tertinggi dengan nilai $ 300 ribu atau sekitar Rp 4.5 miliar. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar