Sedan Tetap Susah Populer di Indonesia

Berita Otomotif

Sedan Tetap Susah Populer di Indonesia

JAKARTA – Sedan dinilai bakal tetap kurang populer di pasar otomotif Indonesia, meski harganya kelak turun berkat pengurangan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) yang kini sedang disiapkan pemerintah. Namun, ada satu potensi yang bisa dimanfaatkan yaitu ekspor ke Australia.

Nasib sedan di jagad otomotif Tanah Air memang sengsara. Pangsa pasarnya, menurut data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) terus turun dari 2,82 persen di 2013 menjadi 0,84 persen di 2017 dari total pasar mobil di kisaran 1-1,2 juta-an.

Pemerintah sendiri kini dalam proses merevisi PPnBM kendaraan yang salah satunya untuk sedan dan ditargetkan terbit tahun ini. Ini dilakukan demi mendorong penjualannya di dalam negeri, merangsang perakitan lokal, hingga memicu ekspor.

Executive General Manager PT. Toyota Astra Motor (TAM) Fransiskus Soerjopranoto memproyeksikan pangsa pasar sedan di pasar dalam negeri setelah pengurangan PPnBM tak akan bertambah banyak. Perkembangan volume penjualannya pun membutuhkan waktu.

“Kami mengestimasi kenaikannya enggak akan signifikan. Jadi kalau tadi dibilang pasar sedan kurang dari 1 persen, nanti akan sekitar 3-5 persen dalam tiga tahun,” ujarnya ketika dihubungi Mobil123.com pada Selasa (3/4/2018).

Di sisi lain, Soerjopranoto percaya penurunan PPnBM tetap dapat merangsang para pabrikan merakit sedan-sedan mereka di Indonesia. Pasalnya, Indonesia kini punya peluang mengekspor sedan ke Australia yang pasarnya besar.

“Perakitan lokal bisa dilakukan kalau bisa kombinasikan antara penjualan untuk ekspor dan domestik,” terangnya.

Untuk mengingatkan, ‘Negeri Kangguru’ yang pasarnya menembus 1 juta unit kendaraan kini hanya menjadi negara pengimpor mobil. Pabrikan-pabrikan telah menutup pabrik mereka antara lain karena ongkos buruh yang makin tinggi.

“Kalau pemerintah sudah mencanangkan PPnBM sedan turun, pasti mereka punya hitung-hitungan. Tujuan pemerintah itu sebenarnya bukan pasar domestik. Saya yakin tujuan mereka adalah pasar luar negeri, pasar ekspor yaitu Australia. Di Australia itu, kan, sekarang sudah tak ada pabrikan. Presiden Joko Widodo, kan, sempat pergi ke sana dan dia melihat peluangnya,” papar Soerjopranoto.

Sebagai informasi, PPnBM sedan hingga detik ini memang disetel lebih tinggi dibanding semua kendaraan lain. Sebagai contoh, PPnBM sedan mencapai 30 persen untuk mesin 1.500 cc dan 40 persen bagi 2.000 cc. Sementara, PPnBM semua kendaraan selain sedan dimulai dari 10 persen untuk 1.500 cc dan 20 persen bagi 2.000 cc.

Adapun sedan yang dirakit di Indonesia cuma satu model yakni Toyota Vios. Mayoritas hasil produksinya pun tersalurkan ke pasar Asia maupun Timur Tengah, bukan Indonesia. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support