Sebelum Pandemi, Blue Bird Berencana Punya 15 Ribu Taksi Listrik pada 2025

Berita Otomotif

Sebelum Pandemi, Blue Bird Berencana Punya 15 Ribu Taksi Listrik pada 2025

JAKARTA – Blue Bird ternyata sempat punya rencana besar terkait mobil listrik sebelum pandemi virus Corona (Covid-19) menghantam Indonesia. Mereka tadinya ingin memiliki belasan ribu armada taksi listrik pada 2025.

Blue Bird adalah operator taksi konvensional pertama di Nusantara yang memiliki armada taksi listrik. Ada dua model mobil listrik yang mereka pilih yaitu BYD e6 dan Tesla Model X.

BYD merupakan pabrikan otomotif asal China. Adapun Tesla ialah produsen mobil listrik asal Amerika Serikat.


Noni Purnomo, Direktur Utama PT. Blue Bird, mengatakan saat ini pihaknya memiliki 30 armada taksi listrik dan semuanya masih beroperasi di Jakarta. Jumlah tersebut hanya 0,1 persen dari total armada taksi Blue Bird di seluruh Indonesia yang berjumlah sekitar 30 ribu unit.

Tadinya, pada 2020, pihaknya ingin menambah lagi armada taksi listrik sebanyak 300 unit. Namun rencana itu batal karena pandemi yang masuk Tanah Air sejak Maret tahun ini.

“Jadi pada 2020 kami sudah order dan waktu itu sudah siap kirim. Harusnya Maret sudah masuk itu tambahan 300 unit lagi,” beber dia dalam wawancara di akun YouTube Gitawirjawan yang tayang akhir pekan lalu.

Noni pun membocorkan bahwa Blue Bird tadinya ingin mengganti separuh armada taksi mereka menjadi mobil listrik pada 2025. Akan tetapi, efek pandemi terhadap perekonomian nasional membuat mereka harus berpikir ulang.

“Dalam lima tahun, kami harapkan kami sudah bisa mengganti setidaknya separuh dari armada kami. Sekitar 15 ribuan. Jadi itulah niat kami. Tapi, karena keadaan seperti ini, kami harus membuat prioritas baru lagi,” papar Noni.


Pemerintah sendiri berencana mendorong terbentuknya pasar dan industri mobil listrik di Nusantara lewat Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019. Di dalamnya mengatur tentang insentif fiskal maupun nonfiskal untuk mobil serta sepeda motor listrik, baik itu hybrid, plug-in hybrid, sampai 100 persen baterai.

Namun, segala insentif tersebut baru akan berlaku pada Oktober 2021. Pada 2025, pemerintah mencanangkan 20 persen dari produksi kendaraan di Indonesia adalah yang berbasis baterai, baik itu mobil atau pun sepeda motor. Inisiatif ini sudah disambut rencana investasi berbagai pihak, misalnya saja Toyota plus Hyundai. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar