Sambut Lebaran, Tarif Ruas Tol Trans Jawa Ini Naik

Berita Otomotif

Sambut Lebaran, Tarif Ruas Tol Trans Jawa Ini Naik

NGAWI – Tarif Ruas Jalan Tol Ngawi-Kertosono resmi naik per tanggal 29 April 2021 pukul 00.00 WIB.

Kenaikan tarif ini langsung dilakukan sejak pukul 00.00 WIB dan diklaim telah sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 261/KPTS/M/2021 tanggal 3 Maret 2021. Dengan adanya perubahan tarif ini diharapkan pengguna jalan tol memastikan ketersediaan saldo uang elektronik.

Ruas jalan tol Ngawi-Kertosono mengalami penyesuaian tarif setiap 2 tahun sekali berdasarkan perhitungan lama yang disesuaikan dengan pengaruh inflasi pada wilayah kota Madiun. Berdasarkan perhitungan tersebut, sejak tahun 2018 hingga 2020 ruas jalan Tol Ngawi-Kertosono mengalami penyesuaian tarif sebesar 3,38%.

Untuk itu, penyesuaian tarif akan dilakukan sesuai dengan perhitungan yang sudah dilakukan tersebut. Sebagai contoh, untuk tarif kendaraan golongan 1 disesuaikan dari Rp. 88.000 menjadi Rp.91.000 untuk tarif terjauh Klitik - Kertosono.

Penyesuaian tarif tol Ngawi-Kertosono ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan namun tetap disayangkan. Pasalnya, penyesuaian tarif tol sudah dilakukan beberapa ruas tol lain sehingga total pengeluaran pengguna jalan tol akan semakin memberatkan.

Bahkan pada awal tahun 2021, sudah ada tujuh ruas tol yang tarifnya disesuaikan secara bersamaan. Salah satunya adalah ruas tol Jakarta – Cikampek, termasuk Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) yang kini bernama Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed. Ketika itu, ruas tol Jakarta – Cikampek mengalami peningkatan cukup signifikan khususnya untuk jarak pendek.

Ruas jalan tol Ngawi-Kertosono sendiri merupakan bagian dari tol trans jawa yang menghubungkan beragam wilayah di pulau Jawa. Ruas tol ini biasanya mengalami kepadatan saat musim mudik dan libur panjang.

Hanya saja, kepadatan tersebut kemungkinan tidak akan terjadi pada musim mudik tahun ini. Pasalnya Pemerintah telah melarang masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik ke kampung halamannya guna menghindari terjadinya penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Meski melarang masyarakatnya untuk melakukan perjalanan mudik, Pemerintah tetap memberikan kesempatan pada warganya untuk berlibur. Adapun aturan untuk berlibur adalah tetap berada di wilayahnya masing-masing dan melakukan protokol kesehatan yang ketat. [Adi/Had]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar